Minggu, 19 April 2026

Berita Bireuen

Mahasiswa Umuslim Kembangkan Aplikasi Pendataan Tanggap Darurat Bencana

Aplikasi yang dikembangkan memungkinkan seluruh data lapangan terintegrasi dalam satu sistem berbasis digital yang dapat diakses secara luas

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Muhammad Hadi
Serambinews.com/HO
Aplikasi - Mahasiswa dan dosen Umuslim rancang aplikasi pendataan tanggap darurat bencana di Desa Pante Lhong, Kecamatan Peusangan, Bireuen diserahkan kepada desa setempat 

Ringkasan Berita:Mahasiswa dan dosen Umuslim mengembangkan aplikasi digital pendataan tanggap darurat bencana melalui Program Mahasiswa Berdampak 2026 yang didukung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
 
Aplikasi yang dibimbing Imam Muslem ini telah diuji coba di Desa Pante Lhong, Kecamatan Peusangan, Bireuen untuk mempercepat pendataan korban, kondisi wilayah terdampak
 
Rektor Marwan berharap inovasi ini dapat menjadi model transformasi digital dalam penanganan bencana berbasis komunitas

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Mahasiswa dan dosen Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan, Kabupaten Bireuen, berhasil mengembangkan aplikasi digital untuk pendataan tanggap darurat bencana melalui Program Mahasiswa Berdampak 2026.

Program pengembangan aplikasi dan pelatihan ini didukung oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap inovasi mahasiswa yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Dosen pembimbing program tersebut, Imam Muslem, didampingi Zulkifli, Senin (9/3/2026) menjelaskan bahwa inovasi ini merupakan rangkaian kegiatan Program Mahasiswa Berdampak yang dilaksanakan mahasiswa Umuslim di Desa Pante Lhong, Kecamatan Peusangan.

Sistem yang dikembangkan dirancang untuk mempercepat proses pengumpulan, pengolahan, dan penyajian informasi kondisi bencana secara digital dan terintegrasi. 

Aplikasi tersebut telah diserahkan kepada perangkat desa dan diterima langsung oleh Geuchik Desa Pante Lhong, Murizal Haryanto, pada Minggu (8/3/2026).

Pengembangan aplikasi ini juga melibatkan dosen pembimbing lainnya, yaitu Cut Azizah. 

Sistem tersebut telah diuji coba di Desa Pante Lhong yang merupakan salah satu wilayah yang terdampak cukup parah akibat banjir pada akhir 2025 lalu.

Baca juga: Mahasiswa Umuslim Serahkan Mesin Filter Air Siap Konsumsi di Pante Lhong

Menurut Imam Muslem, meskipun masih ada beberapa bagian yang terus disempurnakan, secara umum aplikasi tersebut sudah dapat digunakan oleh masyarakat dan perangkat desa.

Selain membangun sistem, tim pengabdian juga menyelenggarakan pelatihan penggunaan aplikasi bagi perangkat desa dan relawan lapangan agar teknologi tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal dalam situasi darurat.

“Melalui pelatihan ini, peserta dibekali keterampilan untuk melakukan input data korban, kondisi wilayah terdampak, serta kebutuhan prioritas masyarakat secara mandiri dan real-time,” jelas Imam Muslem.

Aplikasi yang dikembangkan memungkinkan seluruh data lapangan terintegrasi dalam satu sistem berbasis digital yang dapat diakses secara luas.

 Informasi yang terkumpul kemudian divisualisasikan dalam bentuk infografis interaktif sehingga masyarakat, relawan, maupun pemangku kepentingan dapat memantau situasi bencana secara cepat dan akurat.

Melalui dashboard analitik, pengguna juga dapat melihat berbagai ringkasan data penting seperti sebaran warga terdampak per wilayah, keluhan kesehatan masyarakat, tingkat kebutuhan prioritas, dampak kerusakan yang dialami warga, hingga daftar kebutuhan mendesak di lapangan.

Baca juga: Besok, Tgk M Nizar Dilantik Jadi Anggota DPRA Gantikan Almarhum Waled Nura

Selain itu, sistem juga menampilkan data kondisi disabilitas penyintas, jenjang pendidikan warga terdampak, serta komposisi jumlah anggota keluarga.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved