Pojok Humam Hamid
MSAKA21: Indrapuri, Candi yang Menjadi Masjid - Bagian IX
Batu-batu tua Indrapuri adalah kitab terbuka yang, jika kita mau membaca, akan menceritakan kisah konversi kosmos, dari animisme, ke Hindu
Simbol boleh berganti, tetapi politik tetap sama, kekuasaan butuh tempat sakral.
Indrapuri adalah panggung yang sama, hanya naskah kosmos yang diubah.
Fenomena seperti Indrapuri bukanlah unik. Dalam sejarah dunia, transformasi ruang suci sering terjadi ketika sebuah agama baru menggantikan yang lama.
Dalam skala yang “masif” Hagia Sophia di Istanbul adalah contoh paling terkenal.
Ia berobah dari basilika Kristen Bizantium menjadi masjid Utsmani, dan hari ini kembali menjadi masjid setelah sempat menjadi museum.
Seperti Indrapuri, Hagia Sophia tidak dihancurkan. Ia diadaptasi, dilapisi simbol baru di atas lapisan lama.
Di India, pengalaman lain justru lebih keras.
Ketika Kesultanan Delhi berdiri pada abad ke-12, mereka membangun Masjid Quwwat-ul-Islam di Delhi dengan menggunakan batu-batu kuil Hindu dan Jain yang dihancurkan.
Pilar-pilar kuil dipakai kembali, tetapi dengan penghapusan ikon-ikon dewa. Di sini, lapisan lama dipertahankan hanya sebagai bahan baku, bukan sebagai fondasi simbolik.
Indrapuri, jika dibandingkan, lebih mirip Hagia Sophia daripada Quwwat-ul-Islam. Ia adalah pengambilalihan simbolik yang damai, bukan penghancuran, tetapi penyesuaian.
Seolah Islam di Aceh ingin mengatakan, kami tidak akan menghapus yang lama, tetapi kami akan menempatkan Allah di atas fondasi Indra.
Di Jawa, kita juga mengenal fenomena sinkretisme. Masjid-masjid awal di Demak atau Banten sering kali dibangun dengan gaya arsitektur yang masih sangat dekat dengan tradisi Hindu–Buddha:.
Mesid dubangun dengan atap tumpang tiga, tiang saka guru, ornamen yang lebih mirip pura daripada masjid Timur Tengah.
Namun di Jawa, kita jarang menemukan candi Hindu yang langsung diubah menjadi masjid. Yang ada adalah adaptasi gaya, bukan alih fungsi.
Aceh berbeda. Di Indrapuri, transformasi itu literal, candi menjadi masjid.
Indrapuri
Sungai Indrapuri
Candi
Candi yang Menjadi Masjid
pojok humam hamid
Serambinews
sejarah Aceh
| Aceh, Rusia, dan Tentara Bayaran: Muhammad Rio vs Hans Christoffel |
|
|---|
| Bencana Senyar25 Aceh: Apa Beda JITUPASNA dengan Nasi Bungkus Warung Pidie? |
|
|---|
| Indonesia di Era “Donroe”: Ujian Kapasitas Negara di Tengah Ambruknya Multilateralisme |
|
|---|
| Kepemimpinan Bencana, Variabel Dasco, dan Pragmatisme Aceh |
|
|---|
| Pengerahan Ribuan Praja dan ASN ke Wilayah Bencana: “Meuhai Yum Taloe Ngon Yum Keubeu” |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/prof-dr-ahmad-humam-hamid-aceh.jpg)