Jumat, 24 April 2026

Haba Dinkes Aceh

Penderita HIV di Aceh Lebih 2.000, Dinkes Sediakan Layanan Ramah dan Rahasia

Sejak Januari-Agustus 2025 saja ditemukan 243 kasus HIV/AIDS di Aceh sehingga total kumulatif sejak 2004 mencapai 2.025 kasus

|
Penulis: Yarmen Dinamika | Editor: IKL
IST
Ilustrasi 

Gejala lainnya adalah penurunan kinerja otak hingga kehilangan ingatan.

Penting diketahui
Menurut Iman, gejala-gejala HIV dapat bervariasi pada setiap orang, dan beberapa orang mungkin tidak mengalami gejala sama sekali.

Untuk itu, perlu dilakukan tes HIV untuk diagnosis pasti, karena gejala HIV bisa mirip penyakit lain.

Tes HIV dianjurkan untuk dilakukan tiga bulan setelah perilaku berisiko untuk hasil yang lebih akurat.

Pencegahan
Ada banyak cara untuk mencegah HIV, seperti tidak melakukan seks menyimpang (melalui anus), menggunakan kondom, tidak pernah 
berbagi jarum suntik, dan pisau cukur.

“Dan yang paling utama dari semua itu adalah mempertebal iman.

Jangan pernah terpengaruh pergaulan bebas, termasuk seks bebas, atau gonta-ganti pasangan,” saran Iman.

Layanan ramah
Saat ini, lanjut Iman, di Aceh tersedia tes HIV gratis di 113 titik layanan, yang terdiri atas 66 puskesmas, 44 rumah sakit, dan 3 klinik. 

Ini bagian dari layanan pencegahan dan deteksi dini (PDP) HIV di Aceh.

“Silakan datang ke layanan PDP untuk langkah pencegahan dan deteksi dini. Layanannya gratis, ramah, dan bersifat rahasia. Dilayani konselor terlatih. Identitas suspek HIV tidak akan dipublikasi,” kata Iman.

Para konselor terlatih yang disebut Iman itu juga aktif melakukan ‘outreach’ dan ‘mobile testing’, serta memanfaatkan pendekatan ‘peer education’ atau pendamping sebaya dari dalam komunitas LSL.

Pihak Dinkes Aceh, lanjut Iman, juga gencar melaksanakan Program STOP (Suluh, Temukan, Obati, dan Pertahankan), termasuk penyuluhan dan skrining pada remaja, mahasiswa, dan calon pengantin.

Sejak Januari-Agustus 2025, sebut Iman, sebanyak 73.770 orang di Aceh telah dites HIV, dengan cakupan terbesar pada ibu hamil.

Dari sisi pengobatan, capaian inisiasi terapi Antiretroviral (ARV) di Aceh juga terbilang sangat baik, yaitu 92,3?ri kasus baru langsung mendapat pengobatan.

Baca juga: Praktik Gay Dominasi Penularan, Ini Data Terbaru Tren Peningkatan HIV/AIDS di Aceh

“Ini adalah modal besar menuju target Ending AIDS 2030, di mana 95 %  Orang dengan HIV (ODHIV) harus mendapatkan ARV,” imbuh Iman.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved