Rp 19 Miliar Dana Bank Jambi yang Dicuri Hacker Terdeteksi Mengalir ke Kripto, Kerugian Rp143 Miliar
Kepolisian Daerah (Polda) Jambi terus menyelidiki kasus peretasan yang menguras saldo lebih dari 6.000 rekening nasabah.
Blokir sistem perbankan memaksa nasabah antre panjang di kantor pusat maupun cabang. Banyak yang datang sejak sahur untuk mendapatkan nomor antrean terbatas.
Seorang pensiunan ASN di KCP Thehok, Kota Jambi, menceritakan harus datang pukul 05.30 WIB, namun tetap kalah cepat dengan nasabah lain.
Akibatnya, sejumlah nasabah pulang tanpa berhasil melakukan transaksi. Kerugian perorangan bervariasi antara Rp 17 juta hingga Rp 24 juta.
Polda dan Bareskrim Terus Mendalami Kasus
Polda Jambi terus memanggil saksi, termasuk pihak manajemen Bank Jambi, untuk mendalami kasus ini.
Hingga kini, ATM dan Mobile Banking belum dapat digunakan.
Zulfikar memastikan proses evaluasi sistem IT dilakukan secara komprehensif dan melibatkan pihak otoritas serta vendor.
"Tujuan kami agar serangan serupa tidak terjadi lagi dan akses bisa kembali normal sebelum cuti Hari Raya Idul Fitri," jelas Zulfikar.
Baca juga: VIDEO - Haji Uma Soroti Dugaan Perampasan Fasum hingga Makam oleh Perusahaan di Aceh Timur
Baca juga: Kabar Kembira, Pemkab Nagan Raya Segera Bayar THR ASN, Catat Jadwalnya
Sudah tayang di Kompas.com
| Daftar 18 Gampong di Aceh Barat yang Diaudit, Dugaan Penyimpangan Dana Desa Capai Rp10 Miliar |
|
|---|
| Tokoh Masyarakat Aceh Minta JKA Tak Dijadikan Arena Konflik Politik |
|
|---|
| Rp 9,2 Juta per Jamaah Haji, Dana Wakaf Baitul Asyi Mulai Dibagikan |
|
|---|
| Pemkab Nagan Raya dan Bank Aceh Sosialisasikan Transaksi Non Tunai Anggaran Pendapatan dan APBG |
|
|---|
| Pemkab Nagan Raya dan Bank Aceh Sosialisasikan Transaksi Non Tunai Dana Desa Bagi Pemerintah Gampong |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Bank-Jambi-3.jpg)