Selasa, 5 Mei 2026

Pojok Humam Hamid

Bapak Presiden! Anda Punya Tongkat Nabi Musa - Status Bencana Nasional

Ucapan Presiden menegaskan kenyataan fundamental: bencana bukan sekadar angka statistik atau laporan visual. 

Tayang:
Editor: Zaenal
SERAMBINEWS.COM/HANDOVER
Prof. Dr. Ahmad Human Hamid, MA, Sosiolog dan Guru Besar Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. 

Jika pemerintah memanfaatkan status bencana nasional secara tepat, kerja keras yang telah ditunjukkan Presiden akan berdampak nyata. 

Hunian sementara dan tetap, pemulihan infrastruktur, perbaikan mobilitas, dan perhatian terhadap lingkungan akan menjadi langkah yang langsung dirasakan warga. 

Ini bukan sekadar administrasi, tetapi manifestasi dari kejujuran, keberanian, dan visi strategis.

Kejujuran Presiden dan kemampuan melihat lapangan adalah modal untuk langkah berikutnya. 

Kerja keras semua pihak adalah fondasi, tetapi fondasi itu harus ditopang kebijakan yang memungkinkan eksekusi cepat dan tepat. 

Tongkat Nabi Musa, dalam bentuk status bencana nasional, dapat mengubah niat baik menjadi aksi yang efektif. 

Tanpa itu, kerja keras berhenti di level simbolik, dan optimisme yang ditimbulkan oleh kejujuran akan menguap menjadi frustrasi publik.

Tunjukkan Bahwa Negara Hadir

Ucapan Presiden dan kunjungannya menegaskan bahwa kepemimpinan adalah soal kesediaan menghadapi kenyataan, mendengar warga, dan membuat kebijakan yang menghubungkan niat baik dengan hasil nyata. 

Kejujuran, kerja nyata, dan kebijakan konkret harus berjalan bersamaan agar legitimasi pemerintah tetap kuat dan warga merasakan dampak langsung dari upaya pemulihan.

Kini adalah saat yang tepat untuk memanfaatkan tongkat Nabi Musa: memberikan status bencana nasional untuk memastikan seluruh kerja keras, komitmen, dan niat baik tidak hanya terlihat tetapi benar-benar dirasakan di rumah-rumah warga terdampak. 

Dengan langkah ini, kejujuran, kerja keras, dan kebijakan konkret akan menyatu, dan pemerintah dapat menunjukkan bahwa negara hadir, bukan sekadar untuk difoto, tetapi untuk bekerja nyata demi keselamatan dan kesejahteraan rakyat.

Bencana Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat adalah ujian nyata. 

Kejujuran Presiden dan kerja keras di lapangan menunjukkan niat baik dan kemampuan melihat kenyataan. 

Namun, ujian yang lebih penting adalah kebijakan: apakah instrumen yang tepat digunakan agar respons benar-benar efektif? 

Status bencana nasional adalah tongkat yang dibutuhkan. 

Dengan menggunakannya, pemerintah dapat memastikan bahwa setiap usaha nyata di lapangan tidak terserap dalam simbolisme semata, tetapi mengubah kondisi warga terdampak menjadi lebih baik secara langsung.

Siklon Senyar mengingatkan kita bahwa bencana menguji kapasitas negara, legitimasi pemerintah, dan keberpihakan pada rakyat. 

Kejujuran Presiden memberi optimisme, tetapi tongkat Nabi Musa-status bencana nasional-adalah alat yang memungkinkan optimisme itu diterjemahkan menjadi tindakan nyata. 

Jika dimanfaatkan, ini akan menjadi bukti bahwa negara hadir, bekerja, dan melindungi warganya.

Bapak Presiden, kejujuran, keberanian melihat lapangan, dan komitmen kerja keras anda adalah modal berharga. 

Kini saatnya Bapak memastikan bahwa semua itu diperkuat oleh kebijakan yang tepat dan instrumen nyata. 

Tongkat Nabi Musa itu ada, dan namanya adalah status bencana nasional. 

Gunakanlah Tongkat Nabi Musa itu Yang Terhormat Bapak Presiden, agar upaya dan niat baik Bapak tidak berhenti di kamera, tetapi benar-benar sampai ke rumah-rumah, hati, dan kehidupan warga terdampak.

Berikanlah kesempatan kepada untuk menangis, mengadu, dan memohon kepada Allah SWT agar kepemimpinan Bapak  diberikan keberkahan, dan  akan dicatat sebagai lembar emas kedua bagi mereka, bagi rakyat Aceh, dan bagi rakyat Indonesia.

Ketika satu hari kelak  Aceh dan pusat dikaitkan dalam sejarah- maka imajinasi SBY-JK mengurus pasca bencana tsunami akan bertautan dengan Bapak Prabowo mengurus pasca bencana Siklon Senyar25. Beri mereka ruang untuk berdoa.

*) PENULIS adalah Sosiolog dan Guru Besar Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh. 

Isi artikel dalam Pojok Humam Hamid menjadi tanggung jawab penulis.

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved