Jumat, 8 Mei 2026

Kupi Beungoh

Pedih Nasib Rakyat Aceh: Orang Luar Tidak Boleh Membantu, Pemerintah Sendiri Tidak Peduli & Membully

Hari ke-26 pascabanjir bandang Aceh, korban makin lelah, lapar, dan putus asa. Lumpur setinggi meteran, bantuan minim, harapan kian menipis.

Tayang:
Editor: Amirullah
for serambinews
Dr. Ainal Mardhiah, S.Ag, M Ag, Dosen Pendidikan Agama Islam UIN Ar Raniry Banda Aceh dan Relawan Banjir Bandang Aceh 26 November 2025 

Ditambah lagi duka pengungsi melihat pemerintah membantu hanya basa-basi. Dalam 1 satu bulan korban banjir bandang hanya mendapat bantuan beras 1 kg untuk dimakan 1 keluarga begitu kata korban banjir bandang Aceh tengah. Bantuan luar tidak boleh terima, pemerintah sendiri tidak peduli. Datang Pak Presiden, Pak Wakil Presiden, dan Pak Mentri ke pengungsi, hanya untuk basa basi, hanya untuk mengantar bantuan seremoni. Mereka datang tidak untuk mendengar dan melihat kepedihan rakyat Aceh yang sedang mengungsi, begitu kata pengungsi Pijay. 

Ini terbukti ketika rakyat hendak menyampaikan keluhan dihadapan beliau, beliau tidak mendengar dengan baik, tidak.memperhatikan dengan baik, tidak memberikan sebuah harapan bahwa pusat akan membantu pengungsi. Setiap korban banjir bandang ingin menyampaikan keluhan, segera dipotong oleh ajudan. Dengan kata-kata "cukup bu, cukup bu", kekecewaan mendalam nampak jelas diwajah pengungsi, yang sangat butuh sembako dan alat berat untuk membersihkan lumpur dan kayu yang menenggelamkan rumah-rumah mereka, terlebih 2 bulan ke depan memasuki bulan puasa.  Bukti lainnya pemerintah tidak peduli, sampai hari ke 26 saya berada di tempat korban bajir bandang, lumpur yang tinggi dan kayu-kayu besar masih menghimpit dan menenggelamkan rumah-rumah warga yang didalamnya tertimbun jiwa dan harta benda. Ini sedikit cerita duka,  dari pengungsi dan korban banjir bandang Aceh sa'at ini.

Moga Allah mengetuk hati Pak Presiden, Pak Wakil Presiden, Pak Mentri, Para Pejabat, Anggota Dewan Terhormat di negeri ini untuk membantu Aceh sepenuh hati  agar pulih kembali.

"Tulisan ini saya tulis ditengah malam, seusai shalat tahajjut. Memohon kepada Rabb,  moga tulisan ini dapat mengutuk hati Pak Presiden, Pak Wakil Presiden, Pak Mantri, Para Pejabat dan Anggota Dewan terhormat di negeri ini  yang kami cintai. Untuk membantu Aceh sepenuh hati, agar Aceh ini pulih kembali. 

Moga musibah di Aceh ini,  menjadi nasehat untuk melembutkan hati pemimpin kami,  Pak Presiden, pak Mantri, Pejabat dan Anggota Dewan Terhormat, Allah berikan  kecintaan dihati kalian semua terhadap rakyat ini, rakyat Indonesia. Setiap ucapan dan perbuatan pasti akan kembali kepada setiap diri, oleh karena itu mari sama-sama menjaga ucapan kecuali ucapan yang baik dan perbuatan yang baik, sehingga bangsa ini tetap utuh dan kuat. Teriring salam hormat dari saya, rakyat yang mencintai kalian semua pemimpin di negeri ini. 

Tulisan ini bukan ingin membuka aib siapapun, bukan ingin menjelekkan siapapun, hanya melaksanakan perintah Tuhan untuk saling mengingatkan sebagai seorang muslim. Kita adalah saudara, saudara seiman, saudara sebangsa dan setanah air.

"Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan nasehat menasehati supaya menaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran." (QS. Al 'Ashr, 1-3)

Dalam surat lainnya Allah sebutkan;

"Tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat berat siksaan-Nya." (Surat Al-Maidah Ayat 2 ).

Wallahu'alam. Moga bermanfaat.

 

*) PENULIS adalah Dosen Pendidikan Agama Islam UIN Ar Raniry Banda Aceh dan Relawan Banjir Bandang Aceh 26 November 2025

KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Isi artikel menjadi tanggung jawab penulis.

Baca artikel KUPI BEUNGOH lainnya di SINI

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved