KUPI BEUNGOH
Pemimpin Baru, Haluan Baru Menuju USK Maju dan Bermartabat
Kini, harapan baru itu hadir dengan dilantiknya Prof. Mirza Tabrani sebagai Rektor Universitas Syiah Kuala periode 2026–2031.
Riset, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia harus ditingkatkan agar USK makin diakui di tingkat internasional.
Rektor baru memegang tugas besar untuk memperkuat reputasi akademik, meningkatkan kualitas penelitian, serta memperluas kolaborasi internasional.
Lebih dari itu, kampus harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat Aceh, riset harus menjadi basis kebijakan, teknologi tepat guna, dan solusi ekonomi rakyat.
Kampus dan Masa Depan Aceh
Aceh membutuhkan universitas yang kuat agar masa depan daerah ini bisa bersaing dan berkembang.
USK harus menjadi lokomotif inovasi ekonomi, pengembangan industri halal, penguatan ekonomi syariah, dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.
Baca juga: USK Berhasil Masuk 21 Persen Universitas Terbaik Dunia
Mahasiswa USK harus didorong untuk menjadi pencipta peluang, penggerak inovasi, dan agen perubahan. Kepemimpinan baru memberi harapan besar agar semangat itu kembali menyala.
Namun, tanggung jawab bukan hanya di pundak rektor semata. Ia adalah kerja kolektif seluruh sivitas akademika: dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, alumni, dan masyarakat luas. Kampus besar selalu lahir dari kebersamaan yang kokoh dan kekuatan kolaborasi.
Menjaga Marwah Akademik
Dalam setiap kompetisi kepemimpinan kampus, perbedaan pandangan adalah wajar. Tetapi setelah proses selesai, yang harus kita pertahankan adalah persatuan.
Kampus harus tetap menjadi rumah bersama lengkap seluruh sivitas akademika.
Semangat kebersamaan dan persaudaraan akademik harus lebih kokoh daripada kepentingan kelompok atau pribadi.
Karena yang dipertaruhkan bukan sekadar jabatan, tetapi marwah universitas itu sendiri.
Kepemimpinan baru harus mampu merangkul seluruh pihak dan membangun sinergi untuk membawa USK melangkah lebih jauh.
Harapan Lima Tahun ke Depan
Lima tahun ke depan menjadi periode sangat penting. Jika kepemimpinan mampu berjalan dengan visi yang jelas, tata kelola baik, dan kolaborasi kuat, bukan hal yang mustahil USK akan semakin diperhitungkan baik di tingkat nasional maupun internasional.
USK harus menjadi universitas yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memperlihatkan keberpihakan dan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kampus harus menjadi rumah gagasan besar, lahirnya pemimpin masa depan, dan sumber inspirasi generasi muda Aceh.
Hari ini, dengan dilantiknya Prof. Mirza Tabrani sebagai rektor baru, harapan itu kembali menyala.
Baca juga: Zulfa Zahara, Mahasiswi USK Wakili Dayah Insan Qurani Raih Top 1 di Konferensi Santri Internasional
Sejarah akan mencatat apakah momentum ini mampu membawa perubahan besar atau hanya menjadi pergantian kepemimpinan biasa.
Namun, satu hal pasti: masa depan universitas selalu dimulai dari keberanian menata arah baru. Dan Aceh, dengan segala potensi yang dimilikinya, menaruh harapan besar pada langkah itu.
Semoga kepemimpinan baru ini benar-benar menjadi haluan baru menuju Universitas Syiah Kuala yang maju, berintegritas, dan bermartabat.
*) PENULIS adalah Pemerhati Kebijakan Publik Aceh
KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.
Baca Artikel KUPI BEUNGOH Lainnya di SINI
| Perang dan Damai - Bagian 9, Perjalanan Ke Manado Kota Toleransi |
|
|---|
| Prabowo, Doli, dan Mualem di Balik Perpanjangan Otsus Aceh |
|
|---|
| Sosok Ismail Rasyid, Pengusaha Asal Aceh yang Menembus Batas-batas Kemungkinan |
|
|---|
| Traffic Light dan Karakter Kita: Renungan Umur Manusia |
|
|---|
| Peusijuk: Dari Warisan Budaya ke Katalisator Pendidikan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Isa-alima_16042025.jpg)