Kamis, 23 April 2026

KUPI BEUNGOH

Pemimpin Baru, Haluan Baru Menuju USK Maju dan Bermartabat

Kini, harapan baru itu hadir dengan dilantiknya Prof. Mirza Tabrani sebagai Rektor Universitas Syiah Kuala periode 2026–2031.

Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Drs. Isa Alima, Pemerhati Kebijakan Publik Aceh 

Oleh: Drs. M. Isa Alima*) 

 Perguruan tinggi bukan sekadar bangunan akademik yang berdiri dengan gedung-gedung megah dan ruang kuliah yang ramai.

 Ia adalah mercusuar peradaban, tempat ilmu dipahat, gagasan dilahirkan, dan masa depan sebuah daerah dirancang dengan kesungguhan intelektual.
 
Di Aceh, peran itu sejak lama melekat pada Universitas Syiah Kuala (USK). Kampus yang berdiri di jantung Darussalam ini bukan hanya institusi pendidikan, tetapi juga simbol kebangkitan intelektual rakyat Aceh

Dari ruang-ruang kuliahnya lahir pemikir, birokrat, peneliti, hingga pemimpin yang turut membentuk arah perjalanan daerah ini.
 
Karena itulah, setiap proses pemilihan rektor di kampus tersebut selalu memiliki makna lebih dari sekadar pergantian kepemimpinan administratif. 

Ia adalah momentum penting yang menentukan arah, karakter, dan masa depan universitas itu sendiri.

Baca juga: 9 Maret, Prof Dr Mirza Tabrani Dilantik Jadi Rektor USK Periode 2026-2031 di AAC Dayan Dawood

 Kini, harapan baru itu hadir dengan dilantiknya Prof. Mirza Tabrani sebagai Rektor Universitas Syiah Kuala periode 2026–2031. 

Ia terpilih melalui proses pemilihan yang berlangsung di Balai Senat kampus dan memperoleh suara terbanyak dari anggota Majelis Wali Amanat.
 
Terpilihnya Prof. Mirza bukan sekadar hasil kompetisi akademik. Ia juga mencerminkan harapan kolektif bahwa kampus kebanggaan rakyat Aceh ini sedang memasuki babak baru.

Kepemimpinan Akademik yang Berintegritas

Pemimpin universitas sejatinya bukan hanya administrator yang mengatur birokrasi kampus. Ia adalah penjaga marwah akademik, pengarah visi intelektual, sekaligus jembatan antara ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat.

 Dalam konteks ini, figur rektor menjadi sangat penting. Kampus besar seperti USK membutuhkan pemimpin yang tidak hanya memahami tata kelola akademik, tetapi juga memiliki keberanian moral, integritas, serta visi yang jauh ke depan.
 
Aceh hari ini sedang berada di persimpangan sejarah. Daerah ini memiliki kekayaan sumber daya alam melimpah, sejarah panjang budaya, serta potensi generasi muda luar biasa. Namun semua itu tidak akan bermakna tanpa kekuatan ilmu pengetahuan dan inovasi.

Baca juga: Profil Prof Mirza Tabrani, Rektor USK Terpilih Periode 2026-2031

Di sinilah universitas memainkan peran strategis. USK harus menjadi pusat gagasan, pusat riset, dan pusat solusi bagi berbagai persoalan sosial dan ekonomi masyarakat Aceh.

 Seorang rektor visioner harus mampu menjadikan kampus sebagai ruang hidup: tempat diskusi berkembang, penelitian tumbuh, dan budaya inovasi menanamkan kekuatan.

 Momentum Transformasi

Terpilihnya Prof. Mirza juga datang pada saat yang sangat penting dalam perjalanan institusi ini. 

Sejak bertransformasi menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH), USK memiliki otonomi lebih luas dalam mengelola diri dan mengembangkan potensi akademiknya.

Namun, otonomi bukan hanya soal kebebasan. Ia juga melibatkan tanggung jawab besar. Kampus ini harus mampu bersaing secara nasional bahkan global. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved