KUPI BEUNGOH
Jejak Gajah dalam Regenerasi Hutan Sumatera
Bagi gajah, waktu tidak diukur oleh matahari, melainkan oleh kebutuhan fisiologis tubuh. Mereka hidup dalam siklus makan yang nyaris tanpa henti.
Gajah secara aktif mencari daun senduduk (Melastoma malabathricum) yang kaya senyawa antiinflamasi, serta lateks tumbuhan yang dioleskan langsung ke luka sebagai 'perban cair' alami yang bersifat antimikroba dan melindungi dari infeksi sekunder (Huffman, 2003).
Akar kuning (Fibraurea tinctoria), yang mengandung berberin sebagai alkaloid antibiotik dan antijamur, juga dikonsumsi untuk mempercepat pemulihan internal melalui pengendalian bakteri patogen dan parasit usus.
Baca juga: Buku Karya Yusra Habib Abdul Gani Ungkap Sejarah Konflik Aceh dan Dinamika Perjuangan GAM
Baca juga: Al-Farlaky Teken Perbup, Pemkab Aceh Timur Kucurkan Rp 44 M untuk THR ASN
Menjelang sore, kawanan biasanya tiba di tebing tanah merah yang dikenal sebagai salt lick atau jilatan garam.
Tanah liat mineral ini menyediakan natrium, magnesium, serta unsur mikro lain yang esensial bagi fungsi saraf dan keseimbangan osmotik.
Lebih dari itu, partikel liat mampu mengikat alkaloid berlebih dan racun tumbuhan di dalam saluran cerna, sehingga berperan dalam proses detoksifikasi alami (Clauss et al., 2003).
Di sela aktivitas tersebut, interaksi sosial berlangsung: belalai saling menyentuh, memperkuat ikatan keluarga yang menjadi fondasi pertahanan kolektif mereka.
Saat matahari tenggelam di balik kanopi hutan Sumatera, aktivitas makan gajah belum sepenuhnya berhenti. Namun pada saat yang sama, fungsi ekologisnya mencapai puncak.
Dalam setiap langkah, setiap kunyahan, dan setiap kotoran yang ditinggalkan, tersimpan peran ekologis yang menjaga hutan tetap hidup.
Fakta bahwa manusia dan gajah memanfaatkan tanaman yang sama juga menegaskan nilai observasi ekologis masyarakat adat Sumatera, yang secara historis mempelajari sifat obat tumbuhan dari perilaku satwa liar.(*)
*) PENULIS adalah pemerhati satwa dan lingkungan.
KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Isi artikel menjadi tanggung jawab penulis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Artikel-Azhar-tentang-Gajah.jpg)