Pojok Humam Hamid
Idul Fitri dan 116 Hari “Normal Baru” Bencana Aceh: Kehadiran Negara vs Kasih Sayang Negara
Hari Raya Idul Fitri tahun ini menghadirkan kontras yang tajam: antara kehadiran negara dan kasih sayang negara.
Ada kecepatan, ada arah, ada harapan.
Negara tidak hanya hadir, tapi juga memeluk rakyatnya.
Baca juga: Pemulihan Bencana Aceh Nyaris Rampung 100 Persen, Prabowo Subianto: Warga Sudah Tinggalkan Tenda
Bagaimana Kini?
Hari ini, setelah hantaman bencana yang dikenal sebagai Siklon Senyar 25, kehadiran itu tetap ada.
Bantuan datang, posko berdiri, pejabat berkunjung.
Namun pertanyaannya: apakah kehadiran ini cukup untuk memastikan kehidupan benar-benar pulih secara berkelanjutan?
Rumah masih berlumpur.
Sawah belum bisa ditanami.
Tambak menjadi kolam sunyi.
Ribuan warga bertahan di pengungsian.
Sebuah “normal baru” terbentuk - bukan sebagai pilihan sadar, tetapi sebagai keadaan yang dipaksakan.
Di sejumlah wilayah, luka itu terasa paling nyata.
Di Desa Pungke, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, banjir bandang merenggut hampir seluruh permukiman.
Di Lubuk Sidup, Aceh Tamiang, warga hidup di antara dinding retak dan lantai basah.
Di Tampur Paloh, Aceh Timur, dan Beutong Ateuh Banggalang di Nagan Raya, rumah-rumah berdiri dalam kondisi rapuh.
Di dataran tinggi - Seneren di Gayo Lues dan Buriah di Aceh Tengah - longsor memutus akses hidup.
pojok humam hamid
Humam Hamid
Ahmad Humam Hamid
Siklon Senyar
Serambinews
Serambinews.com
bencana Aceh
Idul Fitri
| JKA, Senyar, dan Otsus: Ujian Serius atau Kembali “Lagee Biasa”? |
|
|---|
| Tenaga Kerja Aceh: Dominasi Sektor Informal, TPT, dan Indikator Tak Sehat Lainnya |
|
|---|
| Siapa Mengendalikan Pertumbuhan Banda Aceh-Aceh Besar? |
|
|---|
| Perang Iran, Pupuk, dan Piring Nasi Kita |
|
|---|
| Purbaya, “Indonesia Survival Mode”: Diagnosis, Peringatan, dan Reportoar Kehati-hatian |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/humam-hamid-sosiolog-aceh-3.jpg)