Rabu, 3 Juni 2026

Pojok Humam Hamid

Idul Fitri dan 116 Hari “Normal Baru” Bencana Aceh: Kehadiran Negara vs Kasih Sayang Negara

Hari Raya Idul Fitri tahun ini menghadirkan kontras yang tajam: antara kehadiran negara dan kasih sayang negara.

Tayang:
Editor: Zaenal
SERAMBINEWS.COM/HANDOVER
Prof. Dr. Ahmad Human Hamid, MA, Sosiolog dan Guru Besar Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. 

Takbir yang biasanya menggema dari masjid kini terasa lirih, bersahut dengan sunyi pengungsian. 

Idul Fitri tidak lagi identik dengan pulang, tetapi dengan bertahan.

Dan di balik semua itu, tersimpan kegelisahan: apakah kehidupan yang bertahan ini sedang bergerak menuju pulih, atau hanya menyesuaikan diri pada keterpurukan yang berkepanjangan?

Bandingkan dengan masa pandemi Covid-19.

Saat itu, “normal baru” lahir dari kesadaran. 

Masker, jarak sosial, dan protokol kesehatan menjadi strategi. 

Ada kendali, ada arah, ada harapan. 

Normal baru adalah adaptasi yang progresif.

Namun di Aceh hari ini, normal baru justru terasa seperti regresi yang dilegitimasi.

Rumah yang dulu nyaman kini menjadi ruang lembap dan retak. 

Jalan rusak membatasi gerak. 

Air bersih menjadi sesuatu yang harus dicari. 

Anak-anak belajar di ruang darurat. 

Petani menatap sawah yang mati. 

Petambak berdiri di tepi kolam yang kosong.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved