KUPI BEUNGOH
JKA, Rakyat Kecil dan Mereka yang Berobat ke Malaysia
Secara etika, adilkah jika keringat rakyat kecil dan anggaran daerah digunakan untuk menyubsidi iuran "para sultan" ini?
Saya melihat Mualem mengambil langkah ini untuk menjaga agar pelayanan kesehatan bagi si miskin dan pasien penyakit berat (katastropik) seperti cuci darah tetap terjaga 100 % .
Menyerang Sekda atau menyudutkan partai Aceh hanya akan mengaburkan fakta bahwa Pemerintah Aceh sedang berupaya agar daerah tidak kolaps di tengah krisis anggaran.
Harapan untuk Menuju Aceh yang Stabil
Edukasi yang jujur adalah kunci. Rakyat perlu tahu bahwa JKA tetap ada untuk mereka yang membutuhkan.
Saya juga melihat, kebijakan ini bukanlah harga mati selamanya.
Jika kelak kondisi ekonomi Aceh sudah kembali stabil, pemulihan bencana tuntas, dan perjuangan Mualem di pusat agar Dana Otsus kembali utuh tanpa potongan membuahkan hasil, maka pintu untuk mengembalikan JKA secara menyeluruh pasti akan terbuka lebar.
Baca juga: Wagub Aceh Minta Bupati Percepat Data Huntap
Pemerintah Aceh tentu tidak akan tinggal diam jika anggaran daerah sudah kembali melimpah.
Mari kita berhenti menjadikan kesehatan sebagai alat untuk memecah belah atau menjatuhkan Pemerintah Aceh dibawah kepemimpinan Mualem.
Mualem selaku Pemerintah Aceh sedang menjalankan politik yang jujur dan berkeadilan.
Mari kita dukung langkah berani ini agar subsidi daerah benar-benar dirasakan oleh mereka yang berhak, bukan terbuang sia-sia untuk membayari iuran mereka yang sedang mengantre tiket ke Malaysia.
*) PENULIS adalah Pekerja Aceh di Kuching Sarawak
KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.
Baca Artikel KUPI BEUNGOH Lainnya di SINI
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Iskandarsyah-bin-Syarifuddin-20260401.jpg)