KUPI BEUNGOH
Jalan Tol Hingga Sepinya Saree, Ketika UMKM Tertinggal di Jalur Lama
jalan tol menjanjikan efisiensi waktu, kelancaran mobilitas, hingga percepatan pertumbuhan ekonomi.
Dampak tersebut bahkan memaksa sebagian pelaku usaha untuk menutup usahanya. Rumah makan yang dahulu menjadi tempat singgah kini kehilangan fungsi utamanya.
Baca juga: Anggota DPRA Ajak UMKM Maksimalkan Tol Padang Tiji untuk Dongkrak Ekonomi
Ini menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur, meskipun membawa manfaat besar secara umum, dapat menghadirkan konsekuensi yang tidak merata.
Di sisi lain, pelaku usaha yang memiliki modal besar memiliki kemampuan untuk beradaptasi.
Sebagian memilih memindahkan usaha mereka ke sekitar pintu keluar tol, mengikuti arus konsumen yang baru.
Namun, pilihan ini tidak tersedia bagi semua. UMKM kecil dengan keterbatasan modal terpaksa bertahan di lokasi lama, menghadapi sepinya pembeli tanpa banyak alternatif.
Kondisi ini mencerminkan adanya kesenjangan dalam dampak pembangunan. Jalan tol memang mempercepat perjalanan dan meningkatkan efisiensi distribusi.
Waktu tempuh menjadi lebih singkat, biaya logistik dapat ditekan, dan mobilitas masyarakat meningkat.
Baca juga: Kapolda Aceh Kunker di Pintu Tol Padang Tiji, Arus Balik Capai 31.667 Kendaraan
Akan tetapi, manfaat tersebut belum sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat di jalur lama seperti Saree.
Jika tidak diantisipasi, kondisi ini berpotensi memperlebar ketimpangan ekonomi.
Untuk itu, diperlukan langkah nyata dari pemerintah dan pemangku kepentingan untuk memastikan bahwa pembangunan tidak meninggalkan kelompok tertentu.
Pengembangan kawasan ekonomi baru, promosi destinasi lokal, hingga dukungan nyata bagi UMKM menjadi hal yang mendesak untuk dilakukan.
Pada akhirnya, pembangunan seharusnya tidak hanya diukur dari seberapa cepat perjalanan dapat ditempuh, tetapi juga dari seberapa luas manfaatnya dirasakan masyarakat.
Jalan tol mungkin memperpendek jarak, tetapi tanpa kebijakan yang inklusif, jalan tol juga dapat menciptakan jarak baru—antara mereka yang mampu beradaptasi dan mereka yang terus tertinggal.
*) PENULIS adalah mahasiswa Fakultas keguruan dan ilmu pendidikan
prodi bahasa dan sastra indonesia Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh
KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.
Baca Artikel KUPI BEUNGOH Lainnya di SINI
Baca juga: Kadisperindagkop UKM Pidie Jumlah UMKM Capai 64.000: Jaga Kualitas
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Delta-Impia-Ayu-mahasiswa-Universitas-Syiah-Kuala-USK-Banda-Aceh.jpg)