KUPI BEUNGOH
Carut Marut Kabel Optik dan Wajah Kota Banda Aceh
Kondisi ini bukan sekadar soal estetika, tetapi telah berubah menjadi ancaman nyata bagi keselamatan masyarakat.
Idealnya, jaringan kabel optik ditanam di bawah tanah untuk menghilangkan gangguan visual sekaligus meminimalkan risiko kecelakaan.
Jika opsi tersebut belum dapat dilakukan dalam waktu dekat, maka setidaknya ketinggian tiang penyangga harus ditambah agar kabel tidak lagi menggantung rendah.
Baca juga: Pemko Lhokseumawe Mulai Berlakukan WFH, Ini Aturan yang Harus Dipatuhi ASN
Baca juga: Gemuruh Rudal Warnai Gencatan Senjata AS-Iran, Israel dan Teheran Masih Saling Gempur
Penataan yang baik akan membawa dampak ganda, mulai dari meningkatkan keamanan sekaligus mengembalikan keindahan Kota Banda Aceh.
Tanpa langkah tegas dan pengawasan yang ketat, persoalan kabel optik yang carut marut ini berpotensi terus berulang dan bahkan menimbulkan korban.
Kota yang ingin maju dan tertib tidak seharusnya membiarkan infrastrukturnya tumbuh tanpa aturan.
*) PENULIS adalah Ketua Tuha Peut Gampong Rukoh, Syiah Kuala, Banda Aceh
KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.
Wajah Kota Banda Aceh
Carut Marut Kabel Optik di Banda Aceh
Basri Effendi Tuha Peut Rukoh
Masalah Kabel Optik Banda Aceh
| Membumikan Pendidikan Inklusif di Aceh |
|
|---|
| Wabah Ebola: Kesiapan Uganda lebih cepat dari Indonesia |
|
|---|
| Akhirnya Pergub JKA Dicabut: Eungkot Tho Kareng Leubot, Peunyaket Sot Meugisa-gisa |
|
|---|
| Dollar dan Dapur Rumah Tangga di Desa |
|
|---|
| Akademisi atau Buruh Pengetahuan Global: Ketika Kampus Mengejar Reputasi Tapi Abai Ruh Peradaban |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Basri-Effendi_ok.jpg)