Kamis, 4 Juni 2026

Jurnalisme Warga

Asyiknya Belajar Alam di Sungai Lhok Buloh

Pengalaman belajar semacam ini membuat pembelajaran terasa lebih dekat, menyenangkan, dan mudah diingat oleh siswa.

Tayang:
Editor: mufti
IST
ZAWAHIR, S.Pd. Gr., Guru Fisika SMA Sukma Bangsa Lhokseumawe, melaporkan dari Lhokseumawe 

Setelah siswa mengerjakan serangkaian aktivitas di sungai, saatnya mereka menikmati suasana sungai, berenang sambil bercanda gurau sesama mereka.

Nah, di situlah serunya belajar ‘outdoor’. Apalagi di tengah era digital seperti saat ini, anak-anak disibukkan dengan berbagai aktivitas gadget  mereka.

Padahal, pembelajaran di alam terbuka sangatlah penting untuk anak-anak, karena mereka dapat berinteraksi sesama teman, bebas berekspresi. Pastinya siswa lebih dekat dengan alam dan lebih penting lagi mereka semakin kreatif dalam pemecahan masalah.

Pembelajaran yang sudah kami lakukan ini memberikan kesan sangat positif bagi siswa, yang biasanya hanya belajar di ruang kelas, di laboratorium, yang seakan-akan mempersempit ruang gerak siswa.

Namun, pada kesempatan ini,  siswa terlihat lebih menikmati dan lebih senang ketika langsung terjun ke alam terbuka, meskipun terlihat sedikit santai, tetapi ketika siswa mengerjakan tugasnya tidak ada keluhan. Malah, setiap kelompok berlomba-lomba mengerjakan tugasnya. Begitu antusias dan begitu serunya belajar di alam terbuka karena dapat memberikan kesempatan kepada para siswa untuk bisa mengeksplorasi secara aktif dan bebas.

Pembelajaran di alam

Pembelajaran ‘outdoor’ atau di alam (outdoor learning) merupakan suatu jalan dalam meningkatkan kapasitas belajar siswa serta mendorong motivasi mereka untuk menjembatani antara teori di dalam buku dengan kenyataan yang ada di lapangan (Thomas; Munge, 2017).

Hal serupa juga dinyatakan oleh (Evayani, 2020) bahwa proses pembelajaran yang dilakukan dengan menggunakan alam sebagai media sangatlah efektif dalam menumbuhkan serta mengembangkan pengetahuan yang dimiliki karena peserta didik dapat merasakan, serta melihat langsung, bahkan dapat melakukannya sendiri.

Berdasarkan pendapat di atas bahwa pembelajaran ‘outdoor’ merupakan salah satu cara efektif untuk meningkatkan kapasitas belajar dan memotivasi siswa. Berdasarkan pengalaman di atas, ketika siswa belajar di Lhok Buloh, mereka menjadi lebih antusias, aktif bertanya, dan mampu mengaitkan konsep teoretis dengan fenomena yang mereka amati secara langsung.

Pembelajaran ‘outdoor’ juga memberi ruang bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, dan pemecahan masalah, yang sering kali sulit dicapai secara optimal melalui pembelajaran di kelas saja.

Kolaborasi antarmata pelajaran Kegiatan ‘learning in nature’ yang telah dilakukan merupakan pembelajaran kolaboratif lintas mata pelajaran yang memberi pengalaman belajar lebih utuh bagi siswa.

Melalui kegiatan di alam, siswa tidak hanya memahami materi dari satu sudut pandang, tetapi juga melihat keterkaitan berbagai mata pelajaran dalam konteks nyata.

Selain itu, pembelajaran di alam juga menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan serta kesadaran akan pentingnya menjaga alam sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.

Melalui pengalaman ini, siswa memperoleh bekal pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang relevan dengan kehidupan nyata.

Peran guru berinovasi

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved