Senin, 27 April 2026

KUPI BEUNGOH

Stigma Gembel, Mengapa Jalan Kaki di Banda Aceh Dipandang Sebelah Mata?

stigma negatif terhadap pejalan kaki dapat diatasi dan Banda Aceh dapat menjadi kota yang lebih sehat, nyaman, dan berkelanjutan

Editor: Muhammad Hadi
Serambinews.com/HO
Alda Livia Saldani Barus, Mahasiswa Prodi Manajemen Bisnis Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Ar Raniry 

Keempat, perlu ada penegakan hukum yang tegas terhadap pelanggaran yang membahayakan pejalan kaki, seperti parkir di trotoar, berkendara dengan kecepatan tinggi di zona pejalan kaki, dan tidak memberikan prioritas kepada pejalan kaki di penyeberangan. 

Kelima, perlu ada kolaborasi antara pemerintah, komunitas, organisasi masyarakat sipil, media, dan sektor swasta untuk menciptakan lingkungan yang lebih ramah pejalan kaki. 

Dengan langkah-langkah konkret ini, stigma negatif terhadap pejalan kaki dapat diatasi dan Banda Aceh dapat menjadi kota yang lebih sehat, nyaman, dan berkelanjutan.

*) PENULIS adalah Mahasiswa Prodi Manajemen Bisnis Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Ar Raniry

KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.

Baca Artikel KUPI BEUNGOH Lainnya di SINI

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved