Senin, 27 April 2026

KUPI BEUNGOH

Stigma Gembel, Mengapa Jalan Kaki di Banda Aceh Dipandang Sebelah Mata?

stigma negatif terhadap pejalan kaki dapat diatasi dan Banda Aceh dapat menjadi kota yang lebih sehat, nyaman, dan berkelanjutan

Editor: Muhammad Hadi
Serambinews.com/HO
Alda Livia Saldani Barus, Mahasiswa Prodi Manajemen Bisnis Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Ar Raniry 

Jika semakin sedikit orang yang berjalan kaki, semakin sedikit pula potensi pelanggan yang datang ke toko atau warung mereka. 

Oleh karena itu, perubahan persepsi dan dukungan terhadap pejalan kaki sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan. 

Untuk melawan stigma negatif terhadap pejalan kaki, diperlukan upaya kolektif dari berbagai pihak. 

Pemerintah kota memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang lebih ramah pejalan kaki, dengan menyediakan trotoar yang layak, penyeberangan yang aman, ruang terbuka hijau yang menarik, serta fasilitas pendukung lainnya. 

Investasi dalam infrastruktur pejalan kaki adalah investasi untuk kesehatan, lingkungan, dan keadilan sosial. Inisiatif komunitas dan organisasi masyarakat sipil juga sangat penting dalam mengkampanyekan budaya jalan kaki. 

Baca juga: Duka Tata Kota Banda Aceh di Ulang Tahun Ke-821

Melalui berbagai kegiatan seperti jalan sehat, kampanye edukasi, dan advokasi kebijakan, mereka dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang manfaat jalan kaki dan mendorong perubahan perilaku. 

Edukasi publik tentang manfaat jalan kaki bagi kesehatan, lingkungan, dan sosial harus dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan berbagai lapisan masyarakat.

Media juga memiliki peran strategis dalam mengubah persepsi negatif tentang pejalan kaki. 

Dengan memberitakan kisah-kisah inspiratif tentang pejalan kaki, menampilkan manfaat jalan kaki bagi kesehatan dan lingkungan, serta mengkritisi kebijakan yang tidak mendukung pejalan kaki, media dapat membantu membentuk opini publik yang lebih positif. 

Kota yang lebih sehat

Belajar dari contoh sukses inisiatif jalan kaki di kota-kota lain dapat memberikan inspirasi dan panduan bagi Banda Aceh dalam mengembangkan program-program yang efektif dan berkelanjutan.Untuk mengatasi stigma terhadap pejalan kaki di Banda Aceh, diperlukan langkah-langkah nyata dan terukur.

Pertama, pemerintah kota perlu meningkatkan kualitas dan kuantitas infrastruktur pejalan kaki, seperti trotoar, penyeberangan, dan jalur pedestrian. 

Trotoar harus lebar, rata, bebas dari hambatan, dan dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti lampu penerangan dan tempat duduk.

Kedua, perlu ada program edukasi dan sosialisasi yang berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang manfaat jalan kaki bagi kesehatan, lingkungan, dan sosial. 

Program ini dapat dilakukan melalui berbagai media, seperti media sosial, spanduk, brosur, seminar, dan workshop. 

Ketiga, perlu ada insentif bagi masyarakat yang memilih berjalan kaki, seperti diskon di toko atau restoran, hadiah, atau penghargaan. Insentif ini dapat memotivasi masyarakat untuk lebih sering berjalan kaki dan mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.

Baca juga: Banda Aceh 821 Tahun: Kota Masa Depan

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved