Selasa, 28 April 2026

Jurnalisme Warga

Lezatnya Bhoi Olahan Dapu Kak Fitri

Indonesia memiliki berbagai ragam budaya dan sajian tradisional. Setiap daerah memiliki makanan tradisional yang menjadi kebanggaan

Editor: mufti
IST
CHAIRUL BARIAH, Dosen LLDikti Wilayah XIII Dpk Universitas Islam Kebangsaan Indonesia dan Anggota Forum Aceh Menulis (FAMe) Chapter Bireuen, melaporkan dari Jeunieb, Bireuen 

CHAIRUL BARIAH, Dosen LLDikti Wilayah XIII Dpk Universitas Islam Kebangsaan Indonesia dan Anggota Forum Aceh Menulis (FAMe) Chapter Bireuen, melaporkan dari Jeunieb, Bireuen

Indonesia memiliki berbagai ragam budaya dan sajian tradisional. Setiap daerah memiliki makanan tradisional yang menjadi kebanggaan, bahkan dirindukan ketika sudah berada di rantau orang. Seperti halnya di Aceh, banyak kuliner tradisional, terutama kue yang dikembangkan menjadi usaha rumahan dan UMKM dengan ciri khas di masing-masing wilayah.

Kue khas Aceh terkenal dengan rasa manis dan gurih, sering disajikan saat perayaan adat atau hari raya. Beberapa yang populer seperti timphan yaitu lepat atau jenis kue basah berbahan tepung ketan, pisang raja, atau labu dengan isian serikaya atau kelapa parut, dibungkus daun pisang muda.

Kue keukarah atau masyarakat Aceh menyebutnya ‘eumpung miriek’, karena berbentuk seperti sarang burung tempua. Rasanya renyah, terbuat dari campuran tepung beras dan Gula.

Cara membuatnya juga unik. Kue ini berbahan tepung beras, gula pasir, air, dan cetakan khusus (batok kelapa berlubang).

Adonan kental dicetak memutar di atas minyak panas, lalu dilipat membentuk sabit/lingkaran dan digoreng hingga renyah.

Kunci keberhasilannya adalah

adonan pas (kental berjejak) dan teknik mencetak.

Di Pidie Jaya, tepatnya di Meureudu, banyak toko kue yang menjual kue adee (bikang).

Kue basah khas yang bertekstur lembut ini tersedia dalam varian ubi kayu dan tepung terigu.

Toko yang menjual ‘adee’ biasanya menggunakan nama masing-masing pemiliknya, seperi Adee Kak Nah, Kak Na, Kak Mutia, dan lain-lain.

Kue yang selalu ada setiap berbuka puasa adalah boh rom-rom, berbentuk bola-bola yang terbuat dari tepung ketan dicampur dengan air perasan daun pandan sehingga berwarna hijau.

Kue ini berisi gula merah cair dan dilumuri kelapa parut, mirip dengan klepon.

Selanjutnya, kue kembang loyang (atau kembang goyang), terbuat dari campuran tepung

beras (utama), tepung tapioka/terigu, santan, telur, gula pasir, dan garam.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved