Jurnalisme Warga
Lezatnya Bhoi Olahan Dapu Kak Fitri
Indonesia memiliki berbagai ragam budaya dan sajian tradisional. Setiap daerah memiliki makanan tradisional yang menjadi kebanggaan
Yang lebih penting lagi adalah tanpa bahan pengawet karena dibuat segar untuk menjaga
kualitas dan rasa, serta aman dikonsumsi dan tidak mengganggu kesehatan.
Bhoi ini sangat cocok dijadikan buah tangan khas Aceh dan camilan keluarga, atau jamuan khusus pada acara-acara istimewa.
Sensasi rasa ‘bhoi’ buatan Kak Fitri mampu menggoda anggota rombongan Uniki. Awalnya yang membeli hanya dua orang, tapi akhirnya semua turun dari mobil dan ikut membeli ‘bhoi’.
Kami juga dipersilakan mencicipi gratis aneka rasa kue ‘bhoi’ yang telah tersedia.
Pelayanan yang diberikan sangatlah ramah dan membuat kami terlena serta memborong
berbagai kue lainnya yang ada di toko ini. Ternyata, ada beberapa orang anggota rombongan yang
mengenal sosok Kak Fitri, seperti Pak Danil, Bu Dah, dan Kak Dar. Mereka sering berbelanja kue ‘bhoi’, terutama pada saat menjelang Idulfitri atau Iduladha.
Mereka sangat menyukai bentuknya yang kecil dan harganya terjangkau. Bahkan, ada yang tiga buah dihargakan Rp2.000, ada juga yang seharga seribu rupiah.
Menurutnya, anak-anak suka, karena ‘bhoi’ Kak Fitri ada rasa cokelat dan stroberi. Selain itu, mudah untuk kita tata dalam toples kue.
Pengakuan dari mereka yang ikut berbelanja di Dapu Bhoi Kak Fitri, karena praktis.
Pada saat Lebaran Idulfitri yang lalu, kue ‘bhoi’ ini dijadikan bawaan oleh banyak orang saat berkunjung ke tempat saudara atau ke tempat cucu. Oleh-oleh khas Lancok, Kecamatan Jeuneib.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/CHAIRUL-BARIAH-OKE-BANGET-HEHEHE.jpg)