Jurnalisme Warga
Lezatnya Bhoi Olahan Dapu Kak Fitri
Indonesia memiliki berbagai ragam budaya dan sajian tradisional. Setiap daerah memiliki makanan tradisional yang menjadi kebanggaan
Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (Uniki) ke tempat pesta Wakil Dekan Fakultas Ilmu Komputer dan Multimedia di Desa Kabat, Kecamatan Pekan Baro, Kabupaten Pidie, kami singgah di sebuah toko kecil yang menjual kue tradisional ‘bhoi’ atau bolu Aceh. Namanya, Dapu Bhoi Fitri. Terletak di Jalan Medan-Banda Aceh Simpang 4 Lancok, Kecamatan Jeuneib, Kabupaten Bireuen.
Hasil pantauan saya, toko ini terlihat biasa saja, tetapi pada saat melihat di dalamnya ternyata ada olahan kue ‘bhoi’
yang diracik dengan cekatan oleh dua perempuan cantik. Mereka sedang memanggang kue ‘bhoi’ menggunakan cetakan besi berbentuk ikan
dan bunga.
Ada yang unik di sini, kue ‘bhoi’ disajikan dengan aneka rasa, ada rasa biasa, rasa cokelat, dan rasa stroberi dengan bentuk imut dan menggemaskan.
Inovasi hasil karya Kak Fitri ini menunjukkan bahwa kecintaan terhadap kue trandisonal Aceh harus dikembangkan dengan tetap
menjaga keasliannya, bahan utama, dan ciri khasnya.
Dapu Bhoi Kak Fitri mampu menghadirkan kembali kenangan masa kecil saya melalui kue ‘bhoi’ olahan spesialnya.
Berbeda dari kue bolu biasa, ‘bhoi’ Kak Fitri mempertahankan resep
tradisional Aceh dengan menggunakan bahan-bahan premium yang menghasilkan tekstur lembut di dalam, tetapi tetap renyah di luar.
Keunggulan Bhoi Dapu Kak Fitri ini adalah rasanya lembut dan wangi karena proses
pemanggangan yang pas sehingga menghasilkan aroma wangi telur yang khas tanpa amis.
Di samping itu, rasa tradisional tetap terjaga dari tingkat kemanisan yang pas, sangat cocok dinikmati bersama
kopi atau teh panas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/CHAIRUL-BARIAH-OKE-BANGET-HEHEHE.jpg)