Kupi Beungoh
Membaca Meritokrasi UTBK dan Daya Saing Lulusan Aceh dalam Seleksi Masuk PTN
Dalam situasi seperti ini, ukuran yang seragam belum tentu menghasilkan persaingan yang benar-benar seimbang.
Di sisi lain, penyelenggara seleksi perlu memastikan bahwa sistem yang diterapkan mudah dipahami oleh semua peserta. Sosialisasi yang jelas dan prosedur yang sederhana akan membantu mengurangi hambatan yang tidak perlu, sehingga siswa dapat lebih fokus pada persiapan akademik.
UTBK tetap penting sebagai alat seleksi nasional. Ia menyediakan ukuran yang sama untuk menilai kemampuan peserta dari berbagai daerah. Namun, ukuran tersebut tidak bisa dilepaskan dari kenyataan bahwa setiap peserta datang dengan latar yang berbeda.
Pada akhirnya, pembahasan tentang meritokrasi UTBK dan daya saing lulusan Aceh dalam seleksi masuk PTN kembali pada persoalan awal, yakni sejauh mana sistem yang ada mampu menghadirkan persaingan yang benar-benar seimbang.
Selama titik awal belum setara, maka hasil seleksi tidak sepenuhnya dapat dibaca sebagai cerminan kemampuan individu.
Perbaikan tidak cukup dilakukan di tahap akhir, tetapi harus dimulai dari proses pendidikan sejak awal agar setiap peserta memiliki kesiapan yang lebih setara ketika memasuki persaingan menuju perguruan tinggi negeri. (*)
*) Penulis adalah Kepala MA Ulumul Quran Banda Aceh dan Ketua Kelompok Kerja Madrasah Aliyah (K2MA) Kota Banda Aceh
KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.
Baca Artikel KUPI BEUNGOH Lainnya di SINI
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Alumnus-Pascasarjana-FMIPA-UNPAD-Bandung-Djamaluddin-Husita.jpg)