Pojok Humam Hamid
Perang Iran, Pupuk, dan Piring Nasi Kita
Dalam konteks itulah kita harus memahami kembali konflik Iran dan implikasinya terhadap sistem pangan global.
Krisis di jalur tersebut mengganggu perdagangan gas alam, amonia, dan sulfur - komponen utama industri pupuk.
Produksi pupuk nitrogen, khususnya urea, sangat bergantung pada energi. Ketika energi naik, biaya pupuk ikut naik.
Ini adalah hubungan langsung yang menjadi inti dari keterkaitan antara energi dan pangan.
Baca juga: Stok Pangan Aceh Aman, TA Khalid Kunjungi Gudang Bulog Lhokseumawe
Dalam konteks Indonesia, situasinya bersifat tidak simetris.
Indonesia merupakan produsen besar pupuk nitrogen melalui industri domestik, sehingga relatif lebih tahan terhadap gejolak pada pupuk jenis urea.
Namun ketahanan ini tidak lengkap. Indonesia masih bergantung pada impor untuk pupuk fosfat dan kalium - dua unsur penting selain nitrogen.
Ketergantungan ini bukan sekadar teknis, tetapi struktural.
Untuk fosfat, sumber impor Indonesia terkonsentrasi di kawasan Afrika Utara dan Timur Tengah, terutama dari Maroko, Yordania, Mesir, dan Aljazair.
Negara-negara ini menguasai cadangan fosfat global dan menjadi tulang punggung industri pupuk dunia.
Baca juga: Dua DPO Kasus Pembunuhan di Riau Diringkus di Aceh Tengah
Di sisi lain, pupuk kalium hampir seluruhnya diimpor dari negara seperti Kanada dan Belarus, yang memiliki cadangan potash besar.
Struktur ini menciptakan kerentanan yang tidak selalu terlihat. Sumber fosfat Indonesia berada di kawasan yang secara logistik terhubung dengan jalur Selat Hormuz dan Bab el-Mandeb.
Artinya, gangguan di jalur tersebut tidak hanya memengaruhi energi, tetapi juga langsung memukul pasokan pupuk fosfat.
Ketika distribusi terganggu, harga naik dan pasokan menjadi tidak stabil.
Dalam kondisi seperti ini, petani menghadapi pilihan yang sulit: tetap memupuk dengan biaya tinggi, atau mengurangi dosis. Banyak yang memilih opsi kedua.
Masalahnya, tanaman tidak hanya membutuhkan nitrogen. Fosfor dan kalium berperan penting dalam pertumbuhan akar, pembentukan bunga, dan ketahanan terhadap stres.
Baca juga: Skenario Akhir Trump: Tumpulnya Strategi Bisnis Dalam Perang Iran
pojok humam hamid
Prof Humam Hamid
Ahmad Humam Hamid
Humam Hamid
Opini
perang iran
krisis energi
Meaningful
| Purbaya, “Indonesia Survival Mode”: Diagnosis, Peringatan, dan Reportoar Kehati-hatian |
|
|---|
| Posisi Strategis Selat Malaka dalam Integrasi Jalur Energi dan Perdagangan Global |
|
|---|
| 821 Tahun Banda Aceh: Mau ke Mana Kota Kita? |
|
|---|
| Irwandi, Mualem, dan “Peunutoh”: “JKA Bandum” vs “JKA Kudok” - Akankah Lahir Paradoks Kebijakan? |
|
|---|
| MDCP Prabowo dan Trump: Kenapa Kita Harus Tahu? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Humam-Hamid-tanggapi-Benny-K-Harman.jpg)