Jurnalisme Warga
Potret Koper Jemaah Calon Haji Perempuan Menuju Baitullah
Perjalanan ibadah haji merupakan dimensi perjalanan spiritual yang panjang dan menuntut kesiapan fisik, mental, maupun spiritual secara seimbang
berada dalam kepadatan. Ini sangat membantu menguragi risiko penularan penyakit, melindungi saluran pernapasan dari debu, polusi yang dapat memicu iritasi tenggorokan dan batuk.
Selanjutnya, beberapa barang lain yang masih menjadi bagian dari koper jemaah calon haji perempuan Indonesia adalah handuk besar dan kecil. Meskipun hotel menyediakan handuk, masih dirasa lebih nyaman jika membawa handuk pribadi. Selanjutnya, perlengkapan penunjang seperti gunting kuku, gunting kecil, jarum, benang, hanger, hingga tali jemuran.
Jangan lupa pula sabun cuci. Ini solusi praktis untuk memcuci baju secara mandiri, menginggat aktivitas ibadah haji berlangsung hampir 40 hari. Dan, sudah menjadi kodratnya perempuan yang tidak melupakan perawatan pribadi, khususnya tubuh dan wajah. Tabir surya atau krim pelindung wajah dari teriknya matahari, moisturizer, dan
‘hand body lotion’ yang sangat berguna menjaga agar kulit tetap lembap.
Demikian juga dengan vitamin, agar daya tahan tubuh selama menjalani berbagai rangkaian ibadah yang panjang, tetap terjaga, dan berharap seluruh rangkaian ibadah haji, baik wajib maupun sunah dapat dilaksanakan dengan sempurna.
Tidak berhenti pada lemari kedua yang ikut serta berangkat ke tanah suci, tetapi juga ada dapur kedua. Di sela lipatan mukena, baju-baju, hijab, kaus kaki, handuk, terselip bungkusan yang dikemas dengan apik, berisi bawang, cabai, gula, garam, teh, kopi, makanan kering, sambal saus, hingga bumbu rempah yang diracik agar bisa langsung dimakan.
Bawaan ini bukan sekadar memanjakan lidah, melainkan sebagai siasat cerdas untuk menjaga selera makan di tengah perubahan menu, cuaca, serta aktivitas ibadah yang padat.
Pada akhirnya, seluruh persiapan yang dilakukan jemaah calon haji Perempuan merupakan cerminan dari kepedulian dan tanggung jawabnya, tidak hanya terhadap diri sendiri, tetapi juga kepada pasangan dan jemaah lain yang turut
merasakan manfaat dari segala sesuatu yang telah disiapkan.
Koper dengan perelengkapan yang beragam dan terkesan unik, sejatinya merupakan bentuk manisfestasi dari kesadaran spritual yang hadir dari praktik kehidupan sehari-hari bahwa ibadah yang agung juga ditopang oleh kesiapan yang sederhana.
Ragam detail yang tampak remeh di tanah air, menjadi penentu penting bagi kenyamanan dan kekhusukkan beribadah di tanah suci. Kearifan lokal yang nyata
dalam koper jemaah calon haji perempuan Indonesia, bukan sesuatu yang berlebihan atau mengada-ada, melainkan patut dipahami sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari ikhtiar ibadah itu sendiri. Sebuah usaha lahiriah yang berjalan
seiring dan saling menguatkan dengan kesungguhan batin dalam menunaikan ibadah sebagai penghambaan kepada Allah Swt.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/EVI-SRI-RAHAYU.jpg)