Pojok Humam Hamid
Qurban Sosial: Mampukah Aceh Melepaskan Hambatan Kemajuan
Ini adalah bentuk pertama dari qurban sosial dalam skala institusional - pengorbanan eksklusivitas pengetahuan demi produktivitas kolektif
Karena dalam dunia sosial, tidak ada stagnasi yang benar-benar diam. Ia hanya bergerak lebih lambat dari perubahan di sekitarnya, sampai akhirnya tertinggal tanpa disadari.
Qurban sosial pada akhirnya adalah pertanyaan yang sangat sederhana tetapi tidak nyaman: apakah kita benar-benar ingin maju, atau kita hanya ingin merasa seolah-olah kita sudah bergerak maju?
Dan seperti dalam setiap fase penting sejarah, jawaban atas pertanyaan itu tidak ditentukan oleh kata-kata, tetapi oleh apa yang benar-benar berani kita ubah.(*)
*) PENULIS adalah Sosiolog dan Guru Besar Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh.
Isi artikel dalam Pojok Humam Hamid menjadi tanggung jawab penulis.
| Membaca Indonesia Hari Ini: Chairul Tanjung, Purbaya, dan Presiden Prabowo |
|
|---|
| Dolar Naik: Neraca Untung-Rugi Masyarakat Kawasan Pedesaan Kita |
|
|---|
| Prabowo dan The Economist: Indonesia dan Siklus Optimisme - Kewaspadaan Versi Media Internasional |
|
|---|
| JKA, Senyar, dan Otsus: Ujian Serius atau Kembali “Lagee Biasa”? |
|
|---|
| Tenaga Kerja Aceh: Dominasi Sektor Informal, TPT, dan Indikator Tak Sehat Lainnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Foto-Prof-Ahmad-Humam-Hamid-terbaru.jpg)