Sabtu, 30 Mei 2026

Jurnalisme Warga

Jembatan Apung Kepala Hiu: Inovasi dan Simbol Kepedulian Warga

Bireuen, berdiri sebuah karya unik yang kini menjadi ikon baru bagi masyarakat setempat, yakni “Jembatan Apung Kepala Hiu”.

Tayang:
Editor: mufti
for serambinews/IST
HELMA, S.Pd., Guru SMA Negeri 1 Juli, Kabupaten Bireuen, melaporkan dari Pantee Baro Kumbang, Kecamatan Peusangan, Bireuen 

Drum-drum tersebut diikat dengan rangka penguat dan disusun merata guna menjaga keseimbangan serta daya tahan jembatan terhadap arus sungai dan beban lintasan.

Bagian “ekor hiu” dirancang menjadi ruang kecil tempat pot tanaman hijau diletakkan, sehingga menambah kesan alami dan segar dipandang.

Jembatan ini juga memiliki sistem bongkar pasang yang cerdas. Ketika arus sungai meningkat atau air meluap tinggi, jembatan akan dibongkar menjadi dua bagian dan dipinggirkan ke tepi sungai agar tidak hanyut. Setelah arus kembali normal,

jembatan dipasang kembali dan dapat digunakan seperti semula.

Sistem ini menunjukkan betapa adaptifnya desain jembatan terhadap kondisi alam yang dinamis.

sSat sore tiba jembatan ini menjadi tempat favorit warga untuk bersantai dan menyaksikan matahari perlahan tenggelam di balik pepohonan.

Ketika malam menjelang, suasana berubah menjadi lebih indah. Lampu-lampu kecil yang terpasang sepanjang jembatan memantulkan cahaya ke permukaan air, menciptakan

pemandangan yang memesona.

Tarif dan rute

Jembatan ini dapat dilalui kendaraan roda dua dan roda tiga bermuatan. Tarif yang dikenakan pun terjangkau: Rp5.000 untuk roda dua dan Rp10.000 untuk roda tiga.

Kendaraan roda empat untuk saat ini belum dapat melintas, tetapi upaya peningkatan kapasitas sedang dilakukan agar jembatan dapat menampung beban yang lebih besar lagi.

Selain menjadi solusi bagi warga sekitar, jembatan ini juga berfungsi sebagai jalur alternatif bagi pengguna jalan nasional ketika jembatan bailey Kutablang ditutup untuk perbaikan yang butuh waktu lama.

Banyak pengendara memilih jalur ini karena jaraknya lebih dekat dibandingkan rute melalui jembatan bailey Awe Geutah.

Bagi mereka yang takut menyeberang menggunakan getek atau merasa cemas melintasi jembatan darurat bailey yang sangat padat karena dilalui mobil truk pengangkut barang dan

kendaraan lainnya, sehingga pengguna jalan harus mengantre dan berdesak-desakan untuk melintas, Jembatan Apung Kepala Hiu memberikan rasa aman dan nyaman sebagai solusi.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved