KUPI BEUNGOH
Saya, Jenderal Ryamizard dan Kisah Pj Wali Kota Banda Aceh Syarifuddin Latief
Sebagai seorang anak tentara yang dididik di keluarga Islam yang taat, Jenderal Ryamizard terbentuk sebagai sosok disiplin yang sangat religius
"Dan infonya tadi pagi sebelum Jum'at nama itu sudah dikirim ke Jakarta dan sepertinya hari Senin lusa sudah diproses," terang Bang Wan.
"Terus apa urusan dengan saya bang?" sergah saya setengah bertanya.
Bang Wan pun terus berusaha meyakinkan saya dengan mengatakan "Begini dek, yang bisa menegur dan memerintahkan Mayjen Endang Suwarya cuma satu orang, yaitu Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Ryamizard Ryacudu, atasan langsung PDMD.”
“Adek kan kenal dan punya jalur, bahkan banyak yang bilang adek dekat sama beliau, tolonglah Pak Latief ini di bawa ke beliau," pinta Bang Wan setengah memelas.
Saya terdiam sekejap atas permintaan Bang Wan. Karena saya tahu Bang Myzard tidak terlalu suka kalau kita berbicara urusan yang berbau politik, apalagi cuma soal pelantikan seorang Pj Wali Kota.
"Nggak mungkin bang," potong saya ke Bang Wan. "Kasad pasti tidak bersedia bicara soal politik, apalagi soal jabatan," tegas saya.
"Tapi tolonglah dek," Bang Wan kembali memaksa agar saya bersedia.
"Pak Latief ini pejuang," ungkap Bang Wan sambil menunjukan potongan-potongan kliping koran yang mayoritasnya dimuat Harian Serambi Indonesia dan Waspada Medan.
Saya lihat satu persatu kliping koran yang disodorkan Bang Wan. Saya bergumam, di koran-koran itu Pak Latief terlihat sangat heroik dan Bang Myzard pasti sangat suka dengan karakter-karakter orang seperti ini, pemberani dan nasionalis tulen.
Baca juga: Memaknai Hari Lahir Pancasila dan Peluang Kembali ke UUD 1945 Asli
Melihat kliping-kliping koran ini, saya jadi semangat untuk mempertemukan Pak Latief dengan Jenderal Ryamizard.
Karena informasi kliping-kliping korang itu lah, saya kemudian mencoba menelepon sahabat saya, Surya Hartono yang hampir bisa dipastikan setiap hari ada dikediaman Kasad.
Sekitar pukul 17.00 sore, Kohaspri Kasad Letkol Sinulingga menghubungi saya, kalau nanti malam jam 22.00 WIB saya diterima di rumah dinas pejabat tinggi Angkatan Darat di kompleks Perwira Tinggi Gatot Subroto Jakarta Selatan.
Tepat pukul 21.30 WIB, saya sudah tiba dan di sana sudah ada sahabat saya, Surya Hartono dan saat saya tiba Bang Myzard masih di luar.
Baru sekitar pukul 22.30 WIB, beliau pulang dan langsung menemui kami diteras belakang.
Sebelum bertemu Kasad, saya sudah terlebih dahulu briefing Pak Latief untuk tidak banyak bicara kalau tidak ditanya, saya minta Pak Latief untuk menjaga sikap.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/H-Sayed-Muhammad-Muliady-saat-menjabat-tangan-dengan-almarhum-Jenderal-Ryamizard-Ryacudu.jpg)