KUPI BEUNGOH
Saya, Jenderal Ryamizard dan Kisah Pj Wali Kota Banda Aceh Syarifuddin Latief
Sebagai seorang anak tentara yang dididik di keluarga Islam yang taat, Jenderal Ryamizard terbentuk sebagai sosok disiplin yang sangat religius
Selain Surya, orang dekat saya yang juga menjadi kesayangan almarhum Bang Myzard adalah DR H Erwin Moeslimin Singajuru SH MH dan Mang Benu seorang otodidak dari Baturaja yang sangat menghibur.
Sosok sederhana
Dalam keseharian, Jenderal Ryamizard merupakan sosok yang sangat sederhana, baik dari cara bertutur, bersikap, maupun pikiran-pikirannya.
Beliau tidak suka dengan pejabat-pejabat yang terlalu banyak cakap--kalau istilah sekarang omon-omon.
Bahkan dalam memberi pengarahan selalu to the point dan tidak berbelit- belit.
Di zaman beliau sebagai pimpinan TNI AD, seluruh prajurit dilarang terlibat dalam politik praktis dengan alasan apapun dan apabila ada yang berani melanggar akan mendapat sanksi yang berat.
Kisah Endang Suwarya dan Pj Wali Kota Banda Aceh
Pada akhir tahun 2003, ada satu peristiwa yang ingin saya ceritakan di sini. Yaitu soal pengangkatan Pj Wali Kota Banda Aceh, Syarifuddin Latief, yang melibatkan saya secara langsung.
Syarifuddin Latief merupakan mantan Wali Kota Administratif (Wali Kotif) Langsa yang dicalonkan sebagai Pj Wali Kota Banda Aceh setelah wali kota sebelumnya bermasalah hukum dan sedang ditahan di penjara Keudah.
Saya ingat persis hari dan tanggalnya, Jum'at, 16 Desember 2003, sekitar pukul 9.00 pagi, saya dihubungi oleh Bang Ruswan Kamil, ipar dari ipar saya, Bang Helvizar Ibrahim yang juga mantan Pj Sekda Aceh di era Gubernur Nova Iriansyah.
Bang Wan minta waktu untuk bertemu dengan saya karena ada hal urgent untuk disampaikan segera yaitu soal pengangkatan Pj Wali Kota Banda Aceh.
Singkat cerita, kami bertemu disebuah restoran di daerah Tebet Jakarta Selatan setelah shalat Jum'at.
Beliau datang dengan orang yang belum pernah saya kenal sebelumnya, sosok berkumis tebal berparas india.
"Dek ini Pak Syarifuddin Latief, mantan Wali Kotif Langsa dan sekarang sedang dicalonkan menjadi Pj Wali Kota Banda Aceh," kata Bang Wan memperkenalkan sambil saya berjabat tangan dengan Pak Latief.
Tanpa saya minta, Bang Wan kemudian menjelaskan bahwa Surat Keputusan (SK) dari Mendagri Hari Sabarno sudah keluar, tapi Gubernur Aceh saat itu, Abdullah Puteh tidak bisa melantiknya atau jelasnya tidak berani untuk melantik.
"Kenapa tidak berani melantik bang?" tanya saya sedikit keheranan.
Infonya, Penguasa Darurat Militer Daerah (PDMD), Mayjen TNI Endang Suwarya yang juga Pangdam Iskandar Muda tidak berkenan dengan Syarifuddin Latief jadi Pj Wali Kota Banda Aceh dan meminta Gubernur mencalonkan serta mengajukan nama lain.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/H-Sayed-Muhammad-Muliady-saat-menjabat-tangan-dengan-almarhum-Jenderal-Ryamizard-Ryacudu.jpg)