Jumat, 5 Juni 2026

KUPI BEUNGOH

Saya, Jenderal Ryamizard dan Kisah Pj Wali Kota Banda Aceh Syarifuddin Latief 

Sebagai seorang anak tentara yang dididik di keluarga Islam yang taat, Jenderal Ryamizard terbentuk sebagai sosok disiplin yang sangat religius

Tayang:
Editor: Muhammad Hadi
Serambinews.com/HO
H. Sayed Muhammad Muliady SH MH saat menjabat tangan dengan almarhum Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu. 

"Karena apabila salah bicara satu kata saja, bubar jalan kita," pesan saya berkali-kali dengan nada serius.

Setelah duduk berhadap-hadapan dengan Bang Myzard, beliau memulai pembicaraan dengan gaya Palembang-nya yang khas, pendek tapi tegas. "Ada gawe apo Yed?"

Tanpa membuang waktu saya langsung masuk ke pokok tujuan. 

"Begini bang, ini Pak Syarifuddin Latief, mantan Wali Kotif Langsa sekarang dicalonkan menjadi Pj Wali Kota Banda Aceh yang sudah lama kosong karena wali kota yang lamo bermasalah dengan hukum. SK Mendagri sudah keluar tapi belum dilantik."

"Kenapo idak dilantik?" tanya beliau singkat.

"Itulah nggak tahu Bang," sambil saya menyodorkan kliping-kliping koran yang dikasih Bang Wan siang tadi.

"Apa ini," tanya beliau kembali. 

"Ini potongan koran yang menunjukan siapa Pak Latief ini," terang saya ke Bang Myzard.

Melihat potongan-potongan koran itu, mimik wajah Bang Myzard terlihat berubah agak sumringah, "siapo yang pacak (pacak dalam bahasa Palembang berarti bisa) memerintah gubernur untuk melantik," tanya beliau.

"Khusus untuk Aceh yang berkuasa PDMD Bang, Mayjen Endang Suwarya."

Mendengar itu, Bang Myzard langsung menyuruh ajudan menghubungi Pangdam. 

Dua kali dihubungi oleh ajudan, Hp tidak diangkat oleh pak Endang.

Saya melihat jam sudah menunjukan pukul 23 lewat 15. Sudah lumanyan larut. "Telepon tidak diangkat," lapor ajudan ke Kasad. "Ya sudah besok aja."

Seketika saya agak lemas, kalau besok apalagi kalau urusannya di Mabesad Merdeka Selatan, urusannya bisa menjadi lain, “tapi ya sudahlah mau bilang apa mosok mau saya paksa,” kata saya dalam hati.

Menjelang kami mau izin pulang, tiba-tiba ajudan dengan agak terburu-buru datang dari arah ruang depan menyodorkan Hp ke Bang Myzard, ternyata Mayjen Endang telepon balik.

"Malam" jawab Bang Myzard sambil langsung memberi perintah dengan tegas.

"Ndang ini ada namanya Syarifuddin Latief calon Pj Wali Kota Banda Aceh sudah ada SK dari Mendagri, perintahkan gubernur minggu depan sudah harus dilantik, kita perlu orang-orang seperti ini," tutup Bang Myzard tanpa bertanya apapun kepada lawannya bicaranya tersebut.

Saya tidak mendengar jawaban pak Endang karena hp tidak di speaker tapi saya bisa menduga kalau beliau menjawab dengan gaya khas militer; siap, siap, siap Jenderal, dilaksanakan.

"Udah Yed, nanti urusan Pak Endang yang ke gubernur, kalau ada apa-apa lapor lagi," tutup Bang Myzard sambil menjulurkan tangan menandakan pembicaraan diakhiri dan Pak Latief hanya mengeluakan satu kata, “terima kasih Pak Kasad atas bantuannya” dengan wajah berseri-seri.

Dan tepat seminggu kemudian, Sabtu, tanggal 22 Desember 2003, Syarifuddin Latief dilantik sebagai Pj Wali Kota Banda Aceh oleh Gubernur Aceh H Abdullah Puteh atas perintah dan persetujuan Penguasa Darurat Militer Daerah, Mayjen TNI Endang Suwarya dihadapan sidang paripurna DPRD Kota Banda Aceh.

Kasdam Iskandar Muda waktu itu Brigjen TNI Muhammad Yahya yang juga akrab sama saya dan kebetulan tahu kedekatan saya dengan Kasad menghubungi saya dan berbicara dengan setengah bercanda.

"Ini pasti kerjaan Bang Sayed kan?" cecarnya sambil tertawa. Akibat 'ulah' abang, PDMD pusing tujuh keliling dengan tawa yang semakin lebar.

Dan saya sudah janji dan berencana akan ke Banda Aceh bertemu Pak Latif pada awal Januari tahun 2005, tapi Allah berkehendak lain.

Pada Minggu 26 Desember 2004, Banda Aceh dilanda musibah gempa dan tsunami, dan kebetulan Pak Latief saat itu sedang berada di Lapangan Blang Padang dalam satu acara dan terbawa arus tsunami yang maha dasyhat, dan ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Innalillahi wa inna ilaihi rajiun.(*)

*) PENULIS adalah Tokoh Aceh

KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.

Baca Artikel KUPI BEUNGOH Lainnya di SINI

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved