Selasa, 16 Juni 2026

KUPI BEUNGOH

Butuh Penataan Ulang Program MBG Demi Kualitas Pendidikan Nasional

Secara konsep MBG ini bagus, niatnya baik dan mulia arahnya jelas, program yang diawali dari niat yang baik sebagai proyek sosial bukan bisnis. 

Tayang:
Editor: Saifullah
Serambinews.com/HO
Putra Kaslin Hutabarat, SPd, MPd, dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Univeristas Syiah Kuala (FKIP USK) 

Terlebih lagi mengingat kemampuan ekonomi, kesehatan dan pendidikan di daerah perkotaan yang cukup baik dibandingkan dengan daerah 3T. 

Hal ini menjadi penting, karena dengan adanya MBG yang secara masif tanpa melihat pemetaan daerah yang prioritas mengakibatkan dana alokasi operasional sekolah menjadi berkurang. 

Sarana dan prasarana hingga infrastruktur sekolah yang rusak tidak bisa segera diperbaiki karena terbatasnya anggaran. 

Misalnya saja pengadaan komputer sekolah yang seharusnya bisa dilakukan sekarang menjadi terbatas dengan jumlah siswa yang tersedia. 

Maka perlu ada keseimbangan antara penyediaan gizi anak di sekolah-sekolah yang membutuhkan, sembari dengan memperhatikan sekolah-sekolah yang membutuhan fasilitas dan sarana prasarana yang memadai guna peningkatan kualitas pendidikan nasional.

Pemerintah perlu mengalihkan anggaran MBG dari sekolah yang tidak membutuhkan kepada sekolah-sekolah yang membutuhkan perbaikan.

Juga melakukan pengadaan media pembelajaran yang memadai untuk mendukung kualitas pendidikan di era digital seperti mata pelajaran KKA (Koding dan kecerdasan Artificial).

Belum lagi dana BOS yang dipangkas dan pengadaan komputer yang hanya bisa dilakukan sebanyak 1 kali setahun. 

Dari satu kali pengadaan hanya tersedia 10 komputer dengan jumlah siswa yang banyaknya bisa sampai ratusan murid.

Aktualisasi program bagus ini dengan kenyataan yang ada di lapangan dengan melihat megahnya dapur SPPG dibandingkan dengan sarana dan prasaran sekolah yang masih minim.

Maka perlu penataan ulang MBG dengan tetap memperhatikan kualitas menu makanan yang tujuannya meningkatkan gizi anak dan mengurangi angka stunting dengan keseimbangan kualitas pendidikan yang bermutu. 

Melibatkan kantin sekolah dan warga setempat untuk meningkatkan ketersediaan lapangan pekerjaan tanpa harus menghilangkan UMKM yang selama ini mencari nafkah di sekitar sekolah. 

Harapannya tentu program sebaik ini yang sifatnya projek sosial haruslah dikelola dengan baik, proporsional dan tetap memperhatikan kualitas makanan tanpa mengabaikan perbaikan kualitas pendidikan nasional kita.(*)

  • Penulis Adalah Akademisi dan Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh

 

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 02:00 WIB
Belgium
Belgia
VS
Egypt
Mesir
Grup H - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 05:00 WIB
Saudi Arabia
Arab Saudi
VS
Uruguay
Uruguay
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 08:00 WIB
Iran
Iran
VS
New Zealand
Selandia Baru
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved