Pojok Humam Hamid
Gencatan Senjata Perang Iran: Menangkah Amerika Serikat?
Ketika tujuan perang gagal dicapai, mereka berbicara tentang kompleksitas. Ketika kemenangan tidak terlihat, mereka meminta
Pertanyaan yang relevan adalah: apakah tujuan perang tercapai?
Jika jawabannya tidak, maka kita harus berani menyebut sesuatu dengan namanya.
Mari kita mulai dari tujuan pertama.
Penyerahan total.
Dalam sejarah modern, istilah itu memiliki arti yang sangat jelas. Jerman menyerah tanpa syarat pada tahun 1945. Jepang menyerah tanpa syarat pada tahun yang sama. Penyerahan total bukanlah proses negosiasi.
Baca juga: Pemerintah Aceh Dorong Otsus 2,5 Persen dalam Revisi UUPA untuk Tekan Kemiskinan
Penyerahan total bukanlah kompromi. Penyerahan total bukanlah kesepakatan yang masih harus dibicarakan kembali enam bulan kemudian.
Penyerahan total berarti satu pihak menerima bahwa permainan telah berakhir.
Apakah itu yang terjadi pada Iran?
Tidak.
Iran Tidak Menyerah
Iran tidak menyerah. Iran tidak membubarkan institusi negaranya. Iran tidak menerima seluruh tuntutan Washington. Iran tidak tampil sebagai pihak yang kalah tanpa syarat.
Yang muncul justru adalah perundingan.
Fakta ini sangat penting. Sebab negara yang menyerah tidak berunding. Negara yang menyerah menerima.
Iran masih berunding.
Baca juga: Pemerintah Aceh Bahas Tujuh Poin Inti Revisi UUPA Bersama Kemendagri
Artinya tujuan pertama gagal.
Lalu bagaimana dengan tujuan kedua?
| “Rebel” to “Ruler”: Refleksi dan Kontemplasi tentang Zaini Abdullah |
|
|---|
| Zaini Abdullah: Seorang Dokter yang Menyeberangi Sejarah |
|
|---|
| Ketimpangan Wilayah dan Sumber Daya: Akankah UTU Menjadi Transformator Barsela? |
|
|---|
| Tambang, Leuser, Perubahan Iklim: Undangan Tragedi Masa Depan Aceh |
|
|---|
| Menjelang 20 Bulan Prabowo Berkuasa: Apa Beda Sumitronomics dan Prabowonomics? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Prof-Humam-Hamid-20260411.jpg)