Pojok Humam Hamid
MSAKA21: Indrapurwa, Bayangan Kota Tua di Hutan Aceh - Bagian X
Maka Indrapurwa bisa dibaca sebagai “permulaan kota Indra,” kota suci pertama dalam kosmos Hindu di tanah Aceh.
Tetapi justru di sinilah menariknya.
Indrapurwa mengingatkan kita bahwa sejarah Aceh bukan hanya soal yang tampak, tetapi juga yang hilang.
Seperti Atlantis dalam imajinasi Barat, Indrapurwa menjadi phantom city Aceh—kota yang mungkin pernah ada, mungkin hanya simbol.
Dalam sejarah, simbol sering kali lebih keras gaungnya daripada fakta.
Mengapa nama puri begitu kuat di Aceh?
Karena ia adalah ekspor langsung dari India.
Di Jawa kita mengenal Indrapura di Kediri, Singasari, Majapahit—semua memakai bahasa dan konsep India.
Di Champa -Vietnam Tengah- juga ada Indrapura, ibu kota kerajaan Hindu. Jadi Indrapurwa Aceh jelas bagian dari jejaring besar India–Asia Tenggara.
“Indianisasi” tidak hanya soal agama, tetapi juga bahasa, politik, dan kosmologi.
Dengan menamai kota sebagai Indrapurwa, para raja di Aceh masa itu tidak sekadar mengadopsi Hindu, tetapi juga menautkan diri ke dalam kosmos Asia Tenggara yang sama—dari Champa, Kediri, hingga Sriwijaya.
Kota bukan sekadar tempat tinggal, ia adalah proyeksi kosmos, miniatur gunung Meru -Axis Mundi,- pusat dunia.
Indrapurwa, dengan nama itu, adalah klaim identitas. Aceh juga bagian dari dunia India, bukan pinggiran.
Kota yang Dilupakan
Namun, sebagaimana Indrapuri, Indrapurwa akhirnya menjadi bagian dari kosmologi yang digeser oleh Islam.
Bedanya, Indrapuri masih bertahan secara fisik, sementara Indrapurwa larut, terkubur, mungkin dihancurkan, mungkin hanya ditinggalkan.
Jika Indrapuri adalah candi yang diubah menjadi masjid, maka Indrapurwa adalah kota yang dilupakan.
| Purbaya, “Indonesia Survival Mode”: Diagnosis, Peringatan, dan Reportoar Kehati-hatian |
|
|---|
| Posisi Strategis Selat Malaka dalam Integrasi Jalur Energi dan Perdagangan Global |
|
|---|
| 821 Tahun Banda Aceh: Mau ke Mana Kota Kita? |
|
|---|
| Irwandi, Mualem, dan “Peunutoh”: “JKA Bandum” vs “JKA Kudok” - Akankah Lahir Paradoks Kebijakan? |
|
|---|
| MDCP Prabowo dan Trump: Kenapa Kita Harus Tahu? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Ahmad-Humam-Hamid-perang-tarif.jpg)