Pojok Humam Hamid
MSAKA21: Indrapurwa, Bayangan Kota Tua di Hutan Aceh - Bagian X
Maka Indrapurwa bisa dibaca sebagai “permulaan kota Indra,” kota suci pertama dalam kosmos Hindu di tanah Aceh.
Ini menimbulkan pertanyaan, mengapa satu bertahan, satu hilang?
Jawabannya mungkin terletak pada politik.
Indrapuri kebetulan terletak di jalur strategis, dekat aliran Krueng Aceh, sehingga tetap dipakai sultan untuk pelantikan.
Indrapurwa mungkin lebih terpencil, tidak relevan bagi politik Islam baru. Maka ia ditinggalkan.
Dalam sejarah, yang hilang bukan selalu yang kecil, melainkan yang tidak lagi relevan dengan kekuasaan.
Fenomena hilangnya Indrapurwa bisa kita bandingkan dengan banyak kota kuno di dunia.
Di Mesopotamia-Irak Selatan, Uruk dan Ur pernah menjadi pusat kosmos kerajaan Babilonia, lalu hilang ditelan padang pasir.
Baca juga: Jejak Sejarah Aceh-Amerika, Peneliti AS Temui Bupati Abdya Bahas Logo Kota Salem yang Memuat Po Adam
Di Amerika Latin, Teotihuacan-Mexico pernah jadi pusat dunia Aztec, lalu berubah menjadi reruntuhan sunyi ketika kosmos baru lahir.
Di Jawa sendiri, kita mengenal Indrapura di Kediri, yang kini hanya menyisakan nama dalam prasasti.
Bedanya, di Jawa banyak candi yang masih berdiri, di Aceh, jejaknya larut.
Ini menandakan betapa kerasnya proses Islamisasi di Aceh.
Jika di Jawa Hindu–Buddha bisa bertahan berdampingan lebih lama, di Aceh Islam tampil lebih total, lebih hegemonik, walaupun lembut, namun menelan situs-situs lama dengan cara yang sangat berdahaja.
Mari kita perhatikan perbedaan kecil namun penting, Indrapuri dan Indrapurwa.
Satu berarti “kota Indra,” satu berarti “permulaan Indra.”
Perbedaan semantik ini mengandung lapisan sejarah.
| Tenaga Kerja Aceh: Dominasi Sektor Informal, TPT, dan Indikator Tak Sehat Lainnya |
|
|---|
| Siapa Mengendalikan Pertumbuhan Banda Aceh-Aceh Besar? |
|
|---|
| Perang Iran, Pupuk, dan Piring Nasi Kita |
|
|---|
| Purbaya, “Indonesia Survival Mode”: Diagnosis, Peringatan, dan Reportoar Kehati-hatian |
|
|---|
| Posisi Strategis Selat Malaka dalam Integrasi Jalur Energi dan Perdagangan Global |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Ahmad-Humam-Hamid-perang-tarif.jpg)