Kopi Beungoh

Adu Sakti

Sepertinya benar, dan memang benar, bahwa cerita kudeta di mana pun di belahan dunia mana pun, pastilah secepat kilat. Dalam hitungan hari.

|
Editor: Nurul Hayati
For Serambinews.com
Muhammad Alkaf 

Sebelum Suharto jatuh, publik Indonesia dipaksa untuk menonton film, yang secara sinematografi, salah satu yang terbaik dalam sejarah.

Celakanya, film yang secara teknis sangat bagus, diproduksi untuk menjadi bahan propaganda Orde Baru untuk menutupi kompleksitas peristiwa tiga puluh September.

"Peristiwa Gestok itu, "kata Sukarno, "disebabkan oleh tiga hal: keterlibatan CIA, Pemimpin PKI yang keblinger, dan konflik di Angkatan Darat."

Sukarno menunjuk CIA terlibat karena sejak awal lembaga intelejen Amerika Serikat terobsesi untuk menjatuhkan Sukarno.

Untuk pemimpin PKI, sepertinya dia telah mencium agenda dari Politbiro partai politik.

Sedangkan untuk tentara Angkatan Darat, sepertinya Sukarno belum begitu pulih dari naik turun hubungannya dengan kekuatan politik dan militer yang dominan itu sejak zaman Jenderal Sudirman.

Baca juga: Peristiwa Kelam G30S PKI, Berikut 25 Link Twibbon Hari Kesaktian Pancasila 2025

Namun, Sukarno juga tidak selamat.

Dia akhirnya jatuh karena peristiwa yang disebutnya Gestok itu.

Setelah Supersemar di tangan Suharto, Sukarno pun semakin melelah, hari demi hari.

Lalu, sepertinya rumor bahwa para jenderal dijemput di malam itu atas perintahnya mulai berhembus kencang.

Sukarno pun mendapat amarah.

Dia didesak untuk dibawa ke Mahmilub, lembaga peradilan add hock yang dia bentuk.

Di panggung Mahmilub, orang-orang terdekat dan kepercayaannya didakwa dan diadili, di antaranya, Soebandrio dan Oemar Dani.

Soebandrio bukan sembarang orang.

Dia merupakan Waperdam I. 

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved