Kopi Beungoh
Adu Sakti
Sepertinya benar, dan memang benar, bahwa cerita kudeta di mana pun di belahan dunia mana pun, pastilah secepat kilat. Dalam hitungan hari.
Lalu, sejarah menyesali hal demikian, tanpa pernah melongok apa yang terjadi di masa-masa itu dengan detail.
Karena, jika mengambil cara persepsi Salim Said tentang peristiwa tiga puluh September, maka Sukarno bisa dibawa ke Mahmilub, dan sepertinya, para pelaku sejarah di zaman itu seperti mengetahui cerita demikian, sampai kemudian Salim Said menjelaskan melalui teori pendaulatan.
Dalam bukunya, "Dari Gestapu ke Reformasi: Serangkaian Kesaksian," Salim Said menyebut bahwa Sukarno yang mengetahui bahwa para perwira tinggi Angkatan Darat, tentu tidak semua, karena Suharto dan Umar Wirahadikusuma tidak ada dalam daftar, akan dibawa oleh Resimen Cakrabirawa ke hadapannya.
Itulah mengapa, kalau kita menyaksikan ulang di film Peristiwa Pengkhianatan G30S/PKI, ada dialog ringkas, "Jenderal diminta menghadap Bapak Presiden."
Baca juga: Panitia Musda Tetapkan Syarat Calon Ketua Golkar Aceh, Salah Satunya Tak Pernah Terlibat G30S/PKI
Jika kita tidak melihatnya dalam teori pendaulatannya Salim Said, kalimat itu adalah akal-akalannya prajurit dari Cakrabirawa yang sudah disusupi PKI.
Bagi Salim Said, pendaulatan demikian adalah tradisi politik sejak zaman revolusi.
Pendaulatan yang dimaksud dalam pengertian diculik atau dijemput untuk dimintakan pertanggungjawaban atau penundukan.
Salim Said memberi contoh pada peristiwa Rengasdengklok menjelang pembacaan Proklamasi Kemerdekaan.
Dalam skema itu, perwira tinggi Angkatan Darat dijemput untuk dihadapkan kepada Sukarno, namun rencana itu berantakan karena terjadi pembunuhan terhadap para perwira tinggi tersebut.
Kematian para perwira tinggi itulah yang mengakhiri kekuasaan Sukarno, robohnya bangunan Sukarnoisme, dan kehancuran PKI.
Mengapa terjadi pembunuhan? Salim Said pun tidak memiliki jawaban.
Jawaban yang kini kita terima adalah sejarah Indonesia pada peristiwa 1965 belum bergerak terlalu jauh.
Masih berkutat pada perdebatan elite dan situasi politik yang berubah karena terbunuhnya para perwira tinggi itu.
Lalu, di saat yang sama, korban yang tidak terlibat sama sekali dengan kekacauan politik di Jakarta, masih belum terobati jiwa dan fisiknya.
Peristiwa enam lima yang tampak sakti bagi sebagian kelompok, tetapi masih menjadi derita bagi mereka.
*) PENULIS adalah Muhammad Alkaf, akrab disapa Bung Alkaf, seorang Esais Aceh
Baca juga: Santri Darul Hikmah Kajhu Aceh Besar Doa Bersama untuk Pahlawan Revolusi dan Nobar Film G30/S PKI
PKI
Film G30S/PKI
pemberontakan PKI
Soekarno
Orde Lama
Serambinews.com
Serambi Indonesia
Serambinews
Orde Baru
| Insiden Mengerikan di Bandara Delhi, Kontainer Kargo Tersedot ke Mesin Pesawat Air India |
|
|---|
| Ikut Rapat di Jakarta, Mualem: Pemulihan Aceh Harus Dimulai dari Sektor Ekonomi dan Infrastruktur |
|
|---|
| Mendagri Dorong Kolaborasi Percepatan Pemulihan Pascabencana di Sumatera |
|
|---|
| Tronton Dilarang Melintas Jembatan Kuta Blang Mulai 18 Januari 2026, Pengusaha Truk Protes |
|
|---|
| Mulai 18 Januari 2026, Tronton Dilarang Melintas Jembatan Bailey Kuta Blang, Pengusaha Truk Protes |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/muhammad-alkaf.jpg)