Kamis, 4 Juni 2026

Jurnalisme Warga

Program Ruang Cerita Psikologi Unmuha: Tempat Aman Berbagi Kisah

Pertama kali saya mendengar adanya program Ruang Cerita yang dibuka oleh para mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah

Tayang: | Diperbarui:
Editor: mufti
IST
HELLEN DILLA FITRIA, Siswi Kelas X Madrasah Aliyah Baitul Arqam, melaporkan dari Sibreh, Aceh Besar 

“Tidak perlu khawatir ya, teman-teman, semua yang diceritakan ke kakak psikolog itu aman, tidak akan disebarkan ke publik. Selagi kita berkonsultasi dengan psikolog, insyaallah identitas dan permasalahan individu tidak akan diumbar,” Ihsan Al-Farabi menjelaskan.

Selama tinggal di pesantren memang semangat saya naik dan turun. Ada kalanya rutinitas dan tindakan saat mendisiplinkan kami membuat saya bersemangat, tetapi pernah juga jadi membebani saya, sehingga sering kali saya dan teman-teman perlu jeda dan ruang untuk bercerita.

Aktivitas saya sejak bangun tidur pukul 04.40 WIB yang dilanjutkan dengan salat tahajud, kemudian shalat subuh berjemaah, membaca zikir pagi, terlebih lagi kadang kami lupa mencatat dan menghafalkan ‘mufradat’ atau kosakata yang diberikan setiap sore hari, sehingga ada pula tugas tambahan lagi bagi yang lalai. Rutinitas semacam itu kadang terasa melelahkan, dan ruang bercerita inilah yang akan membuat saya dan teman-teman merasa didengarkan.

Pengetahuan yang saya dapatkan mengenai kesehatan mental setelah kelas pengayaan tersebut bertambah. “Ruang Bicara” itu penting bagi kesehatan mental. Supaya pikiran kita lebih ringan dan tidak terbebani oleh hal yang tidak perlu. Harapannya, dengan seperti itu, saya bisa lebih fokus belajar dan meraih cita-cita.

Saya juga jadi terinspirasi menjadi seorang psikolog. Menjadi psikolog sepertinya seru dan menyenangkan karena kelak saya bisa membantu banyak orang yang punya masalah dengan hidup mereka, mencarikan solusi bagi masalah orang tersebut.

Jarum jam menunjukkan pukul 10.15, kelas pengayaan pun selesai. Kami para santri berdiri mengatur barisan untuk sesi berfoto bersama dengan kakak mahasiswa psikologi Unmuha Aceh.

Hingga 20 September, kami memulai program “Ruang Cerita” di Pesantren Baitul Arqam, Sibreh. Kami boleh bertemu dan membuat janji dengan kakak-kakak mahasiswa psikologi di ruang unit kesehatan sekolah (UKS) yang berdampingan dengan perpustakaan pesantren. Jadi, selama September lalu, perpustakaan lebih ramai pengunjungnya. Kami membaca dan sebagian lagi mengobrol dengan kakak-kakak dari Fakultas Psikologi Unmuuha Aceh.

Di hari Sabtu berikutnya, kami juga diajak bermain psikogim, semacam gim yang memadukan permainan dan psikologi. Ini menjadi pengalaman berharga bagi saya pribadi dan mungkin juga bagi teman-teman saya.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved