KUPI BEUNGOH
Manusia, Predator Tanpa Taring
Manusia terbukti menjadi predator paling menakutkan di muka bumi, bukan karena taring atau cakar, tapi karena akal yang kehilangan nurani
Karena pada akhirnya, planet ini tidak butuh manusia. Justru manusialah yang butuh planet ini.
Jika es mencair, hutan habis, laut asam, bumi tetap berputar. Hanya manusia yang berhenti.
Maka sebelum kita benar-benar punah oleh tangan sendiri, berhentilah sebentar.
Letakkan alat berat, matikan mesin, dengarkan suara daun yang bergesekan, ombak yang memukul pantai, suara yang dulu kita sebut “alam” sebelum kita menggantinya dengan kata “lahan.”
Baca juga: Membaca Kearifan Tambang dalam Hadih Maja dan Syair Langgolek
Dan mungkin, saat semua sunyi, baru kita sadar:
Yang paling menakutkan di muka bumi ini bukan singa, bukan ular, bukan hiu,
melainkan makhluk yang bisa menulis puisi tentang cinta sambil menghitung laba dari penderitaan sesamanya, manusia itu sendiri.
*) PENULIS adalah Pengamat Kebijakan Publik
KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Isi artikel menjadi tanggung jawab penulis.
Baca artikel KUPI BEUNGOH lainnya di SINI
| Refleksi HAB Ke-80 Kemenag Pasca Bencana Aceh-Sumatra: Sinergi Umat Dan Kemajuan Bangsa |
|
|---|
| Bencana Hidrometeorologi dan Kajian Dampak Defisit Komunikasi Lingkungan |
|
|---|
| Bencana Banjir Aceh, Urgensi Pelukan Hangat Lintas Sektoral |
|
|---|
| Pulihkan Hulu Hutan Aceh Mulai dari Kesepakatan Moral ke Kerja Kolektif |
|
|---|
| Venezuela di Tengah Tarikan Kepentingan Global antara Cina dan Amerika Serikat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Rustami-ST_Pengamat-Kebijakan-Publik_.jpg)