KUPI BEUNGOH
Brain Rot: Generasi Kehilangan “Otak” Brilian
Anak-anak yang terbiasa bermain gim atau menonton video pendek lebih mudah marah, cemas, dan gelisah
Sebab sejatinya, kecerdasan bukan terletak pada seberapa cepat mereka menjawab, melainkan seberapa dalam mereka memahami.
Baca juga: 15 Prompt Gemini AI: Ubah Foto Biasa Jadi Hasil Pemotretan Profesional, Tinggal Copas Teks Berikut!
Masa depan bangsa ini tidak ditentukan oleh kecepatan jari menggulir layar, tetapi oleh kedalaman pikir dan kejernihan hati dalam memahami dunia.
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Tidak ada seorang pun yang dilahirkan kecuali dilahirkan di atas fitrah.
Maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, atau Nasrani, atau Majusi.” (HR. al-Bukhari no. 1358 dan Muslim no. 2658)
Wallahu’alam bissawab.
*) PENULIS adalah Dosen Magister Keuangan Islam Terapan Politeknik Negeri Lhokseumawe; Peneliti Sosial Kemasyarakatan; Pembina Yayasan Generasi Cahaya Peradaban.
KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Isi artikel menjadi tanggung jawab penulis.
Baca artikel KUPI BEUNGOH lainnya di SINI
generasi
generasi muda
Generasi Kehilangan Otak Brilian
pendidikan
Serambi Indonesia
Serambinews
kupi beungoh
| Dedy Tabrani di Mata Aktivis HMI: Polisi Masa Depan yang Menjaga dengan Ilmu dan Iman |
|
|---|
| Membangun Sistem Pengelolaan Sampah Sehat, Dari Masjid Gerakan Perubahan Dimulai - Bagian IV |
|
|---|
| Kesaksian dari Muraya: Ketika Solidaritas Fiskal Lampaui Batas Provinsi - Cerita Mendagri di APEKSI |
|
|---|
| Perang dan Damai – Bagian 11, Pertemuan Islamabad Jilid Dua, Menuju Perdamian |
|
|---|
| 821 Tahun Banda Aceh : Menghidupkan Kembali Semangat Kota Tamaddun Kekinian |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/M-Nasir-cahaya-peradaban-september-2025.jpg)