Kamis, 23 April 2026

KUPI BEUNGOH

Brain Rot: Generasi Kehilangan “Otak” Brilian

Anak-anak yang terbiasa bermain gim atau menonton video pendek lebih mudah marah, cemas, dan gelisah

Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/HO
Dr. Muhammad Nasir, Dosen Magister Keuangan Islam Terapan Politeknik Negeri Lhokseumawe; Peneliti Sosial Kemasyarakatan; Pembina Yayasan Generasi Cahaya Peradaban. 

Sebab sejatinya, kecerdasan bukan terletak pada seberapa cepat mereka menjawab, melainkan seberapa dalam mereka memahami. 

Baca juga: 15 Prompt Gemini AI: Ubah Foto Biasa Jadi Hasil Pemotretan Profesional, Tinggal Copas Teks Berikut!

Masa depan bangsa ini tidak ditentukan oleh kecepatan jari menggulir layar, tetapi oleh kedalaman pikir dan kejernihan hati dalam memahami dunia.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Tidak ada seorang pun yang dilahirkan kecuali dilahirkan di atas fitrah. 

Maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, atau Nasrani, atau Majusi.” (HR. al-Bukhari no. 1358 dan Muslim no. 2658)

Wallahu’alam bissawab.

*) PENULIS adalah Dosen Magister Keuangan Islam Terapan Politeknik Negeri Lhokseumawe; Peneliti Sosial Kemasyarakatan; Pembina Yayasan Generasi Cahaya Peradaban.

KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Isi artikel menjadi tanggung jawab penulis.

Baca artikel KUPI BEUNGOH lainnya di SINI

 

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved