Opini
Mengadaptasi Deep Learning ala Singapura
DEEP Learning atau Pembelajaran Mendalam (PM) merambah memberi nuansa baru dalam pendidikan di Indonesia.
Adaptasi Singapura
Namun tentu saja tidak instan, tidak ujug-ujug. Singapura negara yang berhasil menerapkan deep learning sejak 2010 melalui Framework 21st Century Competencies (21CC). Negara kecil ini melakukan perubahan besar-besaran dalam reformasi kurikulum. Termasuk peningkatan kesejahteraan guru. Tahun 2015 Singapura menerapkan Student-Centric, Values-Driven Education, visi untuk memperkuat deep learning melalui pembelajaran berbasis nilai, karakter, dan personalisasi belajar.
Perubahan terus dievaluasi sesuai perkembangan zaman, termasuk digitalisasi di era pandemi. Puncaknya Singapura hadir menjadi negara kecil yang menduduki pering pertama pada PISA tahun 2022. Bukan hanya tertinggi pada aspek literasi, numerasi, sains, namun juga pada creative thinking.
Singapura saja butuh hampir satu dekade untuk membuat negaranya bangkit dan terpandang di bidang pendidikan. Maka tidak mudah bagi Indonesia jika berharap perubahan sesegera mungkin. PM di Indonesia memiliki tantangan yang luar biasa. Menerapkan sistem sebaik Singapura di skala Indonesia jauh lebih kompleks, perlu strategi bertahap. Indonesia memiliki lebih dari 270 ribu sekolah dan jumlah guru yang sangat banyak, hampir 4 juta warga Indonesia berprofesi guru.
Kesejahteraan guru juga menjadi hal yang signifikan berpengaruh pada kualitas pendidikan. Singapura memiliki sistem rekrutmen ketat, hanya top 30 persen lulusan SMA boleh jadi guru, gaji kompetitif, ada jalur karier jelas seperti master teacher, kurikulum spesialis, pimpinan sekolah. Apakah Indonesia dapat menyejahterakan guru semisal dengan gaji Rp15-20 juta per bulan? Dapat saja, sepanjang menjaga dengan baik hasil nikel, tembaga, bauksit, emas, batubara yang semuanya ada di peringkat 10 dunia, termasuk hasil akuisisi Freeport. Semua dikelola tanpa penjarahan koruptor. Memberi skema penghasilan dengan menghapus kesenjangan. Insyaallah pendapatan guru dapat dinaikkan.
Tentu saja Indonesia tidak perlu mengadopsi Singapura 100 % , tapi cukup relevan mengadaptasi nilai-nilai kebaikan deep learning lalu disesuaikan dengan karakteristik dan nilai sosial budaya Indonesia. Sembari terus membenahi disparitas teknologi di daerah tertinggal, keberadaan internet dan listrik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Khairuddin-SPd-MPd-ONDE-MANDE.jpg)