Pojok Humam Hamid
RJ Lino, Mualem, dan Amran: “What Next” untuk Sabang?
Status lex special Sabang bisa dilemahkan dengan mudah, dengan satu pernyataan, satu tafsir hukum sembarangan.
Kedelai, yang menggerakkan industri pangan Asia, dikuasai oleh pemain global seperti Cargill, ADM, Bunge, dan Louis Dreyfus.
Indonesia mengimpor 2–2,5 juta ton kedelai per tahun, mayoritas dari Amerika Serikat.
Namun suplai ke Asia sangat tergantung pada stabilitas rute Pasifik.
Jika terjadi ketegangan di Laut Cina Selatan atau Taiwan, distribusi kedelai akan terganggu.
Sabang bisa menjadi titik buffer untuk Asia Tenggara.
Gandum hampir semua diimpor.
Indonesia sendiri mengimpor 11 juta ton per tahun--terbesar kedua di dunia.
Bila perang Ukraina-Rusia memblokade Laut Hitam, atau rute India–Afrika terganggu, kehadiran “secondary hub” seperti Sabang akan menjadi penyelamat.
Sedangkan beras, meski Sabang bukan eksportir atau produsen, bisa menjadi pusat transshipment sekaligus reserve depot bagi negara-negara rentan.
Rantai pasok beras dunia sangat sensitif.
Ketika India menutup ekspor pada 2023, harga beras Asia melonjak drastis.
Tentang gula, komoditas yang harganya sangat sensitif terhadap geopolitik dan cuaca, bisa ditampung Sabang sebagai buffer.
Sabang dapat melayani negara-negara Asia Tenggara dan Asia Selatan yang mengimpor dari India, Thailand, dan Brazil.
Rantai pasok gula global sangat rapuh.
Krisis harga dan distribusi bisa terjadi jika terjadi embargo, perang, atau bencana alam di negara penghasil utama.
impor beras sabang
kasus impor beras di sabang
Menteri Pertanian Amran Sulaiman
Pelabuhan Bebas Sabang
Berita Serambi hari ini
berita aceh terkini
pojok humam hamid
Serambi Indonesia
| Komunikasi Publik Menteri Purbaya: Kebingungan Teknokratis, Krisis Nasional, atau Tarian Populis? |
|
|---|
| Survei Nasional Terbaru Tentang Perang Iran: Sebaiknya Prabowo Ekstra Hati-Hati |
|
|---|
| Skenario Akhir Trump: Tumpulnya Strategi Bisnis Dalam Perang Iran |
|
|---|
| Aturan Baru Komdigi: Kenapa Semua Orang Tua Harus Senang? |
|
|---|
| Akankah Darurat Energi Menjadi Kiamat Energi Bagi Asia dan Indonesia? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/humam-hamid-sosiolog-aceh-4.jpg)