TOPIK
Rohingya
-
Modusnya, para pengungsi Rohingya ini diberangkat dari kamp pengungsian di Bangladesh menuju Indonesia dengan kapal berisi ratusan orang.
-
Sandiaga Uno mengkhawatirkan, gelombang kedatangan pengungsi Rohingya di Aceh akan berdampak pada pariwisata di provinsi paling ujung Indonesia ini.
-
“Ini menjadi aneh, kenapa mereka bisa mendarat di Aceh. Sedangkan pengawasan di laut itu bagaimana?,” ungkap Ketua MPU yang dilanda kebingungan.
-
“Kita apresiasi ada pendalaman dan penangkapaan orang yang menggerakan pengungsi Rohingya ke Aceh,” ucap ulama yang akrab di sapa Abu Sibreh ini.
-
“Tidak mengenal tamu itu agamanya apa, bangsanya apa, dan daerahnya apa. Siapa pun tamu yang datang ke tempat kita, itu wajib kita muliakan"
-
Setelah tiba di perairan Aceh kawasan Selat Malaka, mereka sengaja ‘terdampar’ sebagai upaya bisa masuk ke Indonesia.
-
Pengungsi Rohingya yang diberangkatkan dari kamp pengungsi di Bangladesh menuju Indonesia harus membayar jutaan Rupiah.
-
UNHCR mengungkap, 60 persen kapal pengungsi Rohingya yang melakukan perjalanan laut dari kamp pengungsi Bangladesh memang memilih tujuan ke Indonesia.
-
Juru bicara UNHCR mengatakan hal ini karena pada dasarnya saat ini hanya negara di sepanjang laut Andaman yang masih bersedia menerima mereka.
-
Alasanya, Pemerintah Kota Sabang dan Masyarakat tak ingin terjadi hal-hal di luar kendali terkait dengan mendaratnya pengungsi Rohingya di Pulau Weh.
-
Sigit mengatakan, mendaratnya atau menerima kedatangan pengungsi Rohingya di wilayah Indonesia karena alasan kemanusiaan.
-
UNHCR menghitung ada 3.705 orang Rohingya yang melakukan perjalanan laut sepanjang tahun 2022, yang merupakan jumlah terbanyak sejak tahun 2015.
-
“Kami tidak bisa memprediksi apa yang akan terjadi pada bulan Desember, tapi jika kita melihat tahun lalu, 2022, tiga bulan terakhir adalah tersibuk,”
-
“Kami datang ke sini dengan satu perahu. Lautan sangat berbahaya,” kata Deluarsah seraya menambahkan bahwa ia “senang” bisa mendarat di Indonesia.
-
Penanganan Rohingya terus dibahas di tingkat ASEAN melibatkan Pemerintah Indonesia, Bangladesh, Myanmar serta UNHCR. Namun belum ada titik terang.
-
35 pengungsi terdiri dari 16 orang laki-laki dan 18 orang perempuan, mereka ditampung di IDI Sport Center (ISC) sebagai tempat penampungan sementara.
-
Tambahan empat orang itu adalah mereka yang melompat dari kapal/boat pada Kamis subuh. Sementara ratusan muslim Rohingya lainnya ditarik ke laut.
-
MA adalah warga Myanmar yang memiliki Sertifikat UNHCR dan sudah setahun lebih menetap di rumah BU.
-
Ratusan muslim Rohingya yang berada di camp pengungsian Ladong Aceh Besar menerima baju baru untuk digunakan pada Idul Fitri nanti.
-
Apalagi di bulan Ramadhan, sehingga warga tak ingin muncul efek sosial yang tidak diinginkan akibat kehadiran Rohingya tersebut.
-
Puluhan warga Rohingya ini diberangkatkan ke Aceh Besar menggunakan bus, dengan pengawalan ketat aparat keamanan.
-
Mereka melarikan diri setelah selesainya pelaksanaan pengecekan oleh personel Polsek.
-
Ketiga pengungsi tersebut melarikan dari tempat ditampung sementara itu diketahui sekitar pukul 02.00 wib dinihari pada Minggu (12/3/2023).
-
Indonesia saat ini menampung 12.805 pengungsi dari 51 negara, dan sekitar 1.000 orang (8%) di antaranya adalah pengungsi Rohingya.
-
Sebelum meninggal dunia, Mohammad Noor sempat mengalami kejang-kejang, gelisah, serta seperti kesurupan.
-
Ema menyebutkan kehadiranya bersama rombongan merupakan bentuk dukungan kemanusiaan kepada warga Rohingya, lebih-lebih kepada sesama umat muslim.
-
Dari pemantauan Minggu (8/1/2023) secara keseluruhan, 174 warga Rohingya itu kini fisik mereka telah segar bugar setelah berbulan terdampar di laut.
-
IOM telah berkoordinasi Satgas PPLN Nasional dan pemerintah daerah untuk memberikan bantuan tempat tinggal sementara yang memadai.
-
Saat ini para pengungsi Rohingya itu ditampung sementara di Gedung UPTD Dinsos Aceh di Ladong.
-
Tujuan mereka ke Malaysia untuk mencari suaka. Namun, kapal yang ditumpangi mengalami rusak hingga terdampar di Pantai Ladong, Aceh Besar.
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved