Breaking News:

Berita Luar Negeri

Ilmuwan Temukan Virus Flu Baru yang Lebih Berbahaya, Berasal dari Peternakan Babi di Cina

Para peneliti juga khawatir virus ini dapat bermutasi lebih lanjut, sehingga bisa menyebar antarmanusia dan memicu wabah global.

AFP/Noel Celis
Tim medis tiba di lokasi pengujian massal virus Corona dekat pasar makanan Xinfadi, Beijing, China, Selasa (16/6/2020). 

Virus G4 EA H1N1 diketahui bisa tumbuh dan berkembang pada sel-sel di dalam saluran pernapasan manusia. Para ilmuwan juga telah menemukan bukti penularan pada manusia yang bekerja pada industri peternakan babi di China.

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Seorang ilmuwan di Cina menemukan virus varian baru yang berpotensi menjadi pandemi. Virus yang oleh para peneliti dinamai G4 EA H1N1 ini bisa tumbuh dan berkembang biak di sel-sel yang menuju pernapasan manusia.

Para peneliti juga khawatir virus ini dapat bermutasi lebih lanjut, sehingga bisa menyebar antarmanusia dan memicu wabah global.

Prof Kin-Chow Chang dari Universitas Nottingham Inggris menerangkan semua pihak tidak boleh lengah meski saat ini virus covid-19 sedang menyerang umat manusia seluruh dunia.

Temukan Flu Babi Jenis Baru, Peneliti Cina Sebut Bisa Menjadi Pandemi Global

Viral, Influencer Asal China Ungkap Foto yang Sebenarnya, Hasilnya Sangat Berbeda Jauh

Klorokuin, Avigan, Tamiflu Digadang-gadang Bisa Cegah Virus Corona, Ahli Farmasi Kupas Kemanjurannya

Sementara itu Profesor James Wood menjelaskan saat ini umat manusia terus-terusan menghadapi risiko munculnya parogen zoonosis baru dan bahwa hewan ternak yang lebih berkontak dengan manusia daripada satwa liar juga bisa menjadi sumber virus pandemi. "Infeksi zoonosis disebabkan oleh patogen yang melompat dari hewan ke manusia," ujarnya.

Virus G4 EA H1N1 diketahui bisa tumbuh dan berkembang pada sel-sel di dalam saluran pernapasan manusia.

Para ilmuwan juga telah menemukan bukti penularan pada manusia yang bekerja pada industri peternakan babi di China.

Penelitian tersebut dilakukan oleh para ilmuwan gabungan dari beberapa universitas di China, serta Chinese Center for Disease Control and Prevention (China CDC).

Mengutip Science Alert, studi ini telah dipublikasikan pada jurnal sains PNAS.

Korban Meninggal Covid-19 Lebih dari 500.000, WHO Sebut Pandemi Virus Corona Tidak Akan Berakhir

3 Tempat yang Berpotensi Tularkan Virus Corona, Termasuk Ruangan dengan Pendingin

Khamenei Khawatirkan Ekonomi Negaranya Jika Virus Corona tak Terkendalikan

Awal penelitian sudah dimulai sejak 2011. Selama delapan tahun yakni 2011-2018, para peneliti mengambil 30.000 sampel swab hidung dari tempat penjagalan babi yang tersebar di 10 provinsi di China.

Halaman
12
Editor: Said Kamaruzzaman
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved