Tips Kesehatan
Laki-laki Rentan Kena Stroke, Ini 7 Tindakan Pencegahan Stroke
Kebanyakan stroke bisa dihindari. Untuk melakukan ini, perlu mengadopsi kebiasaan hidup yang mengurangi faktor risiko seminimal mungkin.
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM - Tahukan Anda bagaimana penyakit stroke? Kabarnya stroke bisa berakhir dengan kelumpuhan. Apa itu stroke dan bagaimana cara mencegahnya? Simak terus ulasan berikut ini.
Apa itu stroke?
Stroke adalah suatu penyakit serebrovaskular yang terjadi ketika pembuluh darah pecah atau tersumbat oleh gumpalan atau partikel lain.
Karena kerusakan atau penyumbatan ini, bagian otak tidak mendapatkan aliran darah, oksigen, dan glukosa yang dibutuhkannya.
Konsekuensinya, sel saraf di area otak yang terkena tidak mendapatkan oksigen sehingga otak tidak bisa berfungsi dan mati dalam beberapa menit.
Laki-laki lebih rentan stroke
Menurut penelitian yang diterbitkan Journal of Neurology dikutip dari Step to Health, kelompok populasi yang paling berisiko menderita stroke adalah laki-laki.
Namun demikian, kejadiannya meningkat pesat seiring bertambahnya usia pada wanita dan kebiasaan yang dilakukan.
Baca juga: Ternyata, Daun Singkong Bermanfaat untuk Kesehatan, Salah Satunya Atasi Penyakit Stroke
Lalu, apa faktor yang dapat memicu stroke? bagaimana cara mengurangi resiko stroke?
Faktor resiko
Kebanyakan stroke bisa dihindari. Untuk melakukan ini, perlu menjalankan kebiasaan hidup yang mengurangi faktor risiko seminimal mungkin. Apa saja? Masih melansir Step to Health, Selasa (29/12/2020), berikut faktor risiko munculnya stroke:
- Hiperlipidemia: Kadar kolesterol yang tinggi merupakan salah satu faktor risiko utama stroke.
- Merokok: Menurut Federasi Cedera Otak Spanyol berbagai penelitian menunjukkan nikotin, gas pengoksidasi, dan karbon monoksida dalam tembakau sebagai penyebab hubungan langsung antara merokok dan peningkatan risiko stroke.
- Diabetes: Penyakit ini meningkatkan risiko menderita stroke, terutama diabetes tipe 2.
- Usia tua: Tiga perempat stroke mempengaruhi pasien yang berusia di atas 65 tahun.
Baca juga: Gejala-gejala Stroke Dapat Sebabkan Kelumpuhan, Simak Cara Pencegahan dan Pengobatannya
- Penderita tekanan darah tinggi: Tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko yang paling berkontribusi terhadap stroke.
- Minum terlalu banyak alkohol.
- Faktor keturunan: Risiko seseorang menderita stroke lebih tinggi jika ada kerabatnya yang mengalaminya.
Tindakan pencegahan stroke
Mempertimbangkan faktor risiko di atas, Anda tak perlu khawatir. Berikut ini beberapa tindakan pencegahan stroke yang utama adalah:
1. Pola makan yang sehat
Seperti yang disebutkan Organisasi Kesehatan Dunia, pola makan yang bervariasi dan sehat, terutama yang berfokus pada makanan rendah garam dan rendah lemak, berkontribusi pada pencegahan diabetes dan penyakit jantung, di antara kondisi lainnya.
Untuk pola makan sehat, Anda harus mengonsumsi buah-buahan, sayuran, dan sereal gandum utuh dan juga ikan, ke dalam makanan harian Anda.
Baca juga: Waspadai! Penyebab Stroke, Berikut Cara Mengontrol Stres untuk Cegah Stroke
Dianjurkan juga berkonsultasi dengan ahli gizi untuk mendapatkan pola makan tertentu yang sesuai dengan kebutuhan setiap orang.
2. Berolahraga
Sebuah studi yang diterbitkan oleh jurnal Neurology pada tahun 2012 menunjukkan bahwa penting untuk berolahraga secara teratur untuk mengurangi faktor risiko stroke.
Anda hanya perlu melakukan olahraga ringan, seperti berjalan kaki satu jam sehari sudah cukup, meski olahraga intens atau olahraga bisa meningkatkan manfaat ini.
3. Berhenti merokok
Berhenti merokok adalah salah satu syarat penting untuk menghindari serangan stroke.
Meskipun berhenti merokok merupakan proses yang menantang bagi banyak orang, paling tidak lakukan secara perlahan hingga bisa terlepas dari kecanduan merokok.
4. Memantau tekanan darah Anda
Penting untuk menjaga tekanan darah Anda pada tingkat yang sehat. Ini karena hipertensi merupakan faktor risiko utama terjadinya stroke.
Baca juga: Tanda-tanda Tubuh Kelebihan Mecin yang Jarang Diketahui, Awas Bisa Kena Stroke & Osteoporosis
5. Periksa Kolesterol
Memiliki kadar kolesterol yang sehat menjadi kunci untuk menghindari stroke.
Dalam hal ini, Yayasan Jantung Spanyol merinci bahwa kadar kolesterol tinggi, hiperkolesterolemia, lebih tinggi dari 200 mg / dl.
Menurut artikel Mayo Clinic, jika Anda memiliki kadar kolesterol tinggi, Anda harus melakukan diet, olahraga, dan, dalam beberapa kasus, bahkan minum obat.
Jika Anda memiliki kadar kolesterol tinggi, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter.
6. Memeriksa kadar gula darah
Gula darah juga harus berada dalam nilai sehat yang direkomendasikan oleh otoritas dan spesialis kesehatan.
Mengenai penderita diabetes, mereka harus mengikuti pengobatan yang tepat agar tidak menderita episode hiperglikemia .
7. Mengurangi konsumsi alkohol
Hindari konsumsi alkohol sama sekali jika tidak ingin terkena stroke di masa yang akan datang.
Baca juga: Waspada, 5 Kebiasaan Ini Bisa Mempercepat Terserang Stroke Pada Usia Muda
Baca juga: 9 Manfaat Makan Ikan, Turunkan Risiko Serangan Jantung dan Stroke hingga Meningkatkan Kesehatan Otak
Ingatlah bahwa gaya hidup sehat secara signifikan mengurangi faktor risiko penyakit ini. Oleh karena itu, nutrisi yang tepat, sering berolahraga, dan pengurangan atau penghapusan konsumsi tembakau dan alkohol secara signifikan menurunkan risiko menderita stroke.
Semua tindakan ini menuntut komitmen yang dilakukan setiap hari untuk menjaga kesehatan dan terhindar dari stroke mematikan. (Serambinews.com/Firdha Ustin)
Baca juga berita lainnya
Baca juga: Pecahkan Rekor Dunia, Matahari Buatan Korea Selatan Menyala Lebih Lama dari Milik China
Baca juga: Sakit Hati dan Kecewa, Asisten Lina Bongkar Borok Teddy: Bukannya Terima Kasih, Malah Begitu
Baca juga: Suami Zaskia Gotik Positif Covid-19, Ada Komentar Pedas Menyerangnya, Bagaimana Nasib Bayinya?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ilustrasi-penyakit-stroke.jpg)