Jurnalisme Warga
SMU Menghasilkan Kompetensi Apa?
SEMUA orang intens membicarakan Kurikulum Merdeka atau Kurikulum Prototipe, untuk penguatan nalar dan kompetensi
Yang lebih menakutkan adalah mental takut dan ketergantungan pada teknologi.
Baca juga: Unimal Terapkan Kurikulum Merdeka, Mahasiswa Bebas Belajar di Luar Kampus, Begini Proses Kuliahnya
Apalagi jika ada asumsi, hanya penguasa teknologi yang dibutuhkan di bursa kerja dan sukses dalam dunia penuh disrupsi teknologi 4.0.
Kurikulum merdeka nalar Kurikulum Merdeka diharapkan bisa membantu penguatan nalar peserta didik sejak di SMU hingga perguruan tinggi menjadi lebih dewasa.
Apabila tujuan dari pendidikan di perguruan tinggi pada akhirnya agar lulusannya siap menghadapi kondisi apa pun di masa depan, maka optimalisasinya adalah pemanfaatan kesempatan belajar.
Meskipun tidak semua orang bisa menjadi ahli, tapi mutlak perlu semua menjadi dewasa.
Sejak dari rumah, hingga sekolah sebagai “rumah kedua”, lingkungan masyarakat telah menempa proses pendewasaan.
Sekolah menjadi salah satu pembentuk kematangan manusia muda hingga ke perguruan tinggi.
Artinya, setiap lulusan SMU harus sanggup dan mampu memulai studi bidang tertentu di perguruan tinggi.
Meskipun tidak berarti semua lulusan SMU menguasai semua kemampuan dasar dari semua jurusan.
Sehingga yang dibentuk bukan ketrampilan mengetahui banyak hal kecil, tapi sikap intelektual yang mencakup penguasaan cara belajar yang baik.
Dengan demikian kekurangan dalam pengetahuan sesaat yang dibutuhkan demi suatu disiplin tertentu, dapat diperoleh dalam waktu singkat.
Sebuah kurikulum harus bisa menyatukan kemampuan intelektual dan penguasaan tentang kehidupan.
Sehingga ada arah yang jelas bagi peserta didik mengarah pada kematangan intelektual.
Ketika lulusan SMU punya pijakan kuat, seluruh pendewasaan selama belajar di perguruan tinggi akan sejalan.
Kegagalan di fase ini menjadi kegagalan layaknya efek domino, seperti yang kita alami sekarang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/hanif-sofyan-magister-ekonomi-islam-uin-ar-raniry.jpg)