Senin, 15 Juni 2026

Jurnalisme Warga

SMU Menghasilkan Kompetensi Apa?

SEMUA orang intens membicarakan Kurikulum Merdeka atau Kurikulum Prototipe, untuk penguatan nalar dan kompetensi

Tayang:
Editor: bakri
IST
HANIF SOFYAN Peminat Masalah Sosial Ekonomi Tinggal di Tanjung Selamat, Aceh Besar 

Ini adalah sebuah kunci penting bagi terbukanya simpul masalah yang telah kronis dialami oleh dunia pendidikan kita.

Ada dua masalah yang akan diminimalisir dan diperbaiki melalui keberadaan Kurikulum Merdeka.

Pertama, meskipun perguruan tinggi tidak menuntut “kematangan umum”, tetapi ketrampilan hanya fokus pada mata pelajaran tertentu.

SMU “dipaksa” menjadi sekolah “kejuruan”, sehingga kurikulum sejak lama juga diarahkan pada pola itu.

Pendidikan umum terdesak, dan SMU bukan lagi sekolah umum.

Kedua, adalah sebuah lingkaran setan.

Para guru yang menjadi tenaga pendidik di SMU sekarang, adalah mereka produk kesalahan dari pola kurikulum yang tidak mendewasakan nalar sejak di bangku SMU.

Dalam kondisi tersebut mereka masuk ke jenjang perguruan tinggi yang kurang menguntungkan pembentukan kepribadian mereka.

Karena hanya mementingkan isi mata pembelajaran, bukan struktur dan kaitan dengan disiplin lain.

Korelasi materi pembelajaran dengan kehidupan sehari-sehari jarang diajarkan.

Kurikulum merdeka hadir dengan, semacam reformasi pada titik; pembauran jurusan IPA-IPS dan fokus pada tujuan kompetensi.

Penggunaan fase dalam capaian Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD).

Fokus pada Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and Learning), untuk menggali dan meningkatkan kemampuannya, dalam bidang literasi dan numerasi.

Di sinilah kita berada sekarang ini, dalam ruang pendidikan kita dengan Kurikulum Merdeka sebagai kompasnya.

Apakah kelak kurikulum tersebut dapat menjadi perantara “memerdekaan” nalar dan kedewasaan kita? Pekerjaan rumah kita masih panjang untuk sampai pada mutu harapan.

Termasuk memperjelas, apa kompetensi lulusan SMU kita sebenarnya, dan bagaimana mempersiapkan mental mereka menghadapi masa depan.

Selain kurikulum, masih ada isi pendidikan, proses pembelajaran dan evaluasi, kualitas guru, sarana dan prasarana sekolah, dan buku ajar kita yang harus dituntaskan.

Semoga langkah kita kali ini tepat.

Waktu kelak akan membuktikan kebenaran pilihan kita.

Baca juga: Dosen STKIP Bina Bangsa Getsempena Bahas Kurikulum Merdeka

Baca juga: Bahas Kurikulum Merdeka, Unimal Gelar Webinar dengan Pembicara dari Universitas Indonesia

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
7 - 1
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
2 - 2
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
VS
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
VS
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved