Kupi Beungoh
Aceh dan Kepemimpinan Militer (VII) Al Mukammil: Hard Power dan Shock Therapy
Al Mukammil memperkuat tentara kerajaan Aceh-terutama angkatan laut, untuk penguasaan dan pengamanan teritorial kawasan maritim
Kejadian terbunuhnya Cornelis juga mendapat reaksi cepat dari Kerajaan Inggis.
Ratu Elizabeth I segera menyadari penguasaan maritim mulut Selat Malaka oleh kerajaan Aceh yang semakin hari semakin mencengkeram.
Baca juga: Aceh dan Kepemimpinan Militer (IV) - Alaiddin Riayat Syah, Sang Penakluk dan Armadanya
Itu artinya armada dagang Inggris yang sedang memperluas ekspansinya berikut armada tentara pengawalnya tidak boleh bermasalah dengan Aceh.
Ratu Elizabeth I memulai suratnya dengan menulis surat kepada Al Mukammil dengan sebutan yang mulia “my brother- abangku ( Banck 1873 dan Unger 1948, dalam Mitrasing, 2017).
Lagi-lagi sebutan kesopanan dan puja puja diplomatik yang ditunjukkan Inggris tidak kalah hebatnya dari surat Prince Maurice dari Belanda.
Elizabeth menyebutkan kesenangannya terhadap Aceh yang terus menerus memerangi Portugis.
Lebih lanjut sang Ratu juga menyatakan kesediaanya untuk membangun aliansi militer Inggris-Aceh untuk memerangi Portugis di Nusantara.(*)
Baca juga: Aceh dan Kepemimpinan Militer (I) - Dari Klasik Hingga Kontemporer
*) PENULIS adalah Sosiolog dan Guru Besar Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh.
KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.
Baca Artikel KUPI BEUNGOH Lainnya di SINI
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ahmad-humam-hamid_sosiolog-guru-besar-universitas-syiah-kuala_ai.jpg)