Breaking News:

Kupi Beungoh

Takengon Memang Mengangenkan, Tapi e-Money Masih Kesulitan

Selain panoramanya yang indah menawaan, cuaca dingin Tanoh Gayo mengingatkan saya saat kuliah di Kota Malang.

Editor: Zaenal
SERAMBINEWS.COM/HANDOVER
Safaruddin SH, Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) di depan One-one Cafe di tepi Danau Lut Tawar Takengon, Aceh Tengah, September 2022. 

Oleh: Safaruddin SH*)

SETELAH sekian lama sibuk dalam aktivitas, akhirnya saya punya kesempatan lagi membawa keluarga ke Tanoh Gayo yang berada di wilayah tengah Aceh.

Dataran Tinggi Gayo memang mengangenkan bagi saya.

Selain panoramanya yang indah menawaan, cuaca dingin Tanoh Gayo mengingatkan saya saat kuliah di Kota Malang.

Bicara tentang Tanoh Gayo, tentu tidak boleh terlepas dari ulasan tentang Takengon, ibukota Kabupaten Aceh Tengah.

Untuk diketahui, Aceh Tengah adalah kabupaten induk bagi empat kabupaten di Tanoh Gayo dan Alas, yakni Aceh Tenggara (disahkan berdasarkan UU No. 4 tahun 1974 pada tanggal 4 Juni 1974).

Dari Aceh Tenggara kemudian lahir Kabupaten Gayo Lues (Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2002).

Pada tahun 2003, Kabupaten Aceh Tengah yang sudah punya satu anak (Aceh Tenggara) dan satu cucuk (Gayo Lues) kembali melahirkan Kabupaten Bener Meriah (berdasarkan UU No. 41 tahun 2003 tanggal 18 Desember 2003).

Kembali ke Takengon, karena sejarahnya yang kuat ini, Takengon tentu tidak asing lagi sebagai kawasan wisata.

Panorama alam dan udara dinginnya, sejak dahulu menjadi daya tarik yang kuat bagi wisatawan.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved