Breaking News:

Opini

Prof Azra, Aceh dan Islam Kosmopolitan

Salah seorang ilmuan muslim yang sangat reputatif, dan memiliki pengaruh positif terhadap tatanan dunia yang dikehendaki sekarang

Editor: bakri
SERAMBI/SYAMSUL AZMAN
TEUKU TAUFIQULHADI, Ketua DPW Partai NasDem Aceh 

Aceh di masa lalu persis seperti "melting pot", yaitu kuali besar tempat luluhnya berbagai latar-belakang etnik dan budaya.

Hasil adonan dari kuali besar ini menghasilkan kultur Aceh yang sangat percaya diri.

Di masa lalu, pendukung kultur Aceh ini membuka diri dan menyambut hangat semua etnik, agama dan budaya di muka bumi untuk berpartisipasi guna memperkaya budaya Aceh.

Undangan itu diterima warga dunia lain pada saat dengan senang dan nyaman.

Mereka berbondong-bondong tiba dan menetap di Aceh.

Jejak kehadiran warga dunia itu masih ada sekarang.

Kudapan berbentuk panjang yang disebut "bak" pasti berasal dari Tiongkok.

Bumbu merica, kunyit, cabe dll, dapat diduga berasa dari India.

Ketika jenis makanan panjang itu diberi bumbu dari India maka disebut "mi Aceh", bukan mi China atau mi India.

Kunci Aceh mampu membangun budaya yang hebat di masa lalu adalah karena rasa percaya diri yang tinggi.

Bagaimana sekarang? Saya kurang mendalaminya.

Tapi Kalau kini masyarakat Aceh tidak memiliki rasa percaya diri dan kuat rasa curiganya kepada nilai-nilai baru, maka itu artinya orang Aceh bukan lagi pendukung Islam Kosmopolit.

Dan, karena secara faktual kita memang dipandang sebagai pendukung institusionalism dan formalisme Islam, pasti hal itu membuat Prof Azra pergi dengan sedih. (teukutaufiqulhadi3@ gmail.com)

Baca juga: Azyumardi Azra Minta Yaqut Hati-hati Beri Pernyataan, Menteri Agama: Cuma Sebatas Semangati Santri

Baca juga: Syariat Islam Kenapa Digugat

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved