Breaking News:

Opini

Tren Kematian di Jalan Raya

Rifandi adalah korban insiden maut dengan bus Sempati Star di Gampong Kupula Tanjong, Kecamatan Padang Tiji, Pidie Provinsi Aceh

Editor: bakri
Tren Kematian di Jalan Raya
FOR SERAMBINEWS.COM
MARDIN M NUR, Dosen MPI Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry

Mengemudi tanpa mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan berbagai bentuk pelanggaran lainnya.

Allah tidak menginginkan hambanya berupaya melakukan bunuh diri baik langsung ataupun tidak.

Disadari ataupun tidak disadari.

Allah secara tegas melarang tindakan bunuh diri.

Pekerjaan itu dosa besar, tidak terampuni.

Allah berfirman: “...Dan janganlah kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.” (Qs.4: 29).

Rasulullah bersabda: “Barang siapa terjun dari sebuah bukit untuk menewaskan dirinya maka kelak ia akan masuk neraka dalam keadaan terlempar jasadnya.Ia kekal dalam neraka selama-lamanya.” (HR.Bukhari dan Muslim).

Dalam hadits lain Rasulullah saw bersabda: “...Barang siapa yang membunuh dirinya dengan sesuatu, maka dia akan disiksa dengan benda tersebut di neraka jahanam.

Melaknat seorang mukmin sama seperti membunuhnya.

Barang siapa yang menuduh seorang mukmin sebagai kafir maka dia seperti telah membunuhnya.” (HR Bukhari dan Muslim).

Kampanye keselamatan Mengingat tren kematian di jalan raya dari tahun ke tahun meningkat, pendidikan dan kampanye keselamatan berlalu lintas perlu semakin intens dilaksanakan.

Sudah saatnya tertib berlalu lintas dimasukkan dalam kurikulum pendidikan.

Bukan hanya sebatas memperkenalkan rambu lalu lintas.

Lebih penting adalah membangun kesadaran berlalu lintas semenjak dini sehingga mendatangkan kemaslahatan bagi diri sendiri dan orang lain.

Membangun kesadaran berlalu lintas perlu dikampanyekan.

Inpres Nomor 4 tahun 2013 tentang Dekade Aksi Keselamatan Jalan yang menjadi payung hukum gerakan kampanye keselamatan lalu lintas jalan di Indonesia.

Misalnya saja melalui khutbah Jumat, para khatib dapat menyampaikannya.

Kita harus berupaya maksimal menjaga keselamatan berkendara di jalan raya.

Berupaya menghindari yang dapat mencelakakan diri di jalan raya.

Namun ketika sudah berupaya maksimal terjadi juga kecelakaan, itu adalah takdir Allah yang harus diterima.

Yakinlah ada hikmah di balik itu. Berkendaraan hakikatnya momentum ingat pada Khaliq dan mensyukuri nikmat yang diberikan.

Betapa Allah memperlihatkan kebesaran- Nya melalui penemuan berbagai jenis dan bentuk kendaraan.

“Dan yang menciptakan semua berpasang-pasangan dan menjadikan kapal untukmu dan hewan ternak yang kamu tunggangi.

Agar kamu duduk di atas punggungnya kemudian kamu ingat nikmat Rab mu apabila kamu telah duduk di atasnya dan agar kamu mengucapkan: Maha Suci Allah yang telah menundukkan semua ini bagi kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, sesungguhnya kami akan kembali kepada Rab kami.” (Qs.43: 12-14).

Semoga pada momen HUT Lalu Lintas Bhayangkara (HUT Lantas) yang diperingati pada 22 September setiap tahunnya akan meningkatkan kesadaran kolektif semua pihak untuk menekan angka kecelakaan di jalan raya. Insya Allah, amiiin. (m.nur_mardin@yahoo.co.id)

Baca juga: Setiap 2,5 Jam Terjadi 1 Kecelakaan

Baca juga: Baksos hingga Aneka Lomba Sambut HUT Ke-67 Lalu Lintas

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved