Opini

Bank Aceh Bersyariah

Pandangan publik agar BAS dikelola secara profesional dan mendukung pengembangan keuangan daerah lebih progresif, meskipun tidak 100 persen

Editor: bakri
IST
TEUKU KEMAL FASYA, Dosen Universitas Malikussaleh dan Nasabah Bank Aceh Syariah 

Buka ruang bagi orang luar yang bisa menjanjikan perubahan agar “bank perjuangan rakyat Aceh” ini bisa menjadi bank modern dengan model ekspansi keuangan menjalar tingkat gampong seperti model Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dikembangkan BNI dan BRI dengan inovasi pelayanan dan aplikasinya.

Ikutsertakan KADIN dan pengusaha lokal (yang jujur dan profesional) sebagai stakeholder yang bekerja mendorong pembangunan Aceh.

Harus diingat, awalnya bank ini dinamakan “Bank Kesejahteraan Atjeh”.

Artinya semangat kesejahteraan, yang mengikat pada orbit kemajuan dan keadilan sosial, harus mampu ditunjukkan oleh bank ini.

Sehingga benarbenar BAS ini menjadi bank bersyariah dengan semangat untuk menyelamatkan pembangunan dan masyarakat Aceh, dan bukan pendulang untung demi kepentingan manajemen.

Termasuk tidak menjadi “tengkulak” dengan “margin” pinjaman yang berkali- kali lipat dibandingkan bank konvensional. (kemal_antropologi2@ yahoo.co.uk)

Baca juga: Bob Rinaldi Plt Dirut Bank Aceh

Baca juga: Sah, Dirut Bank Aceh Dijabat Plh, Haizir Sulaiman: Saya Istirahat Saja

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved