Jejak Saifuddin Ibrahim Tersangka Penistaan Agama, dari Pendeta hingga Jadi Pemulung di Amerika

Pada video yang diunggah pada 14 Desember 2022, tampak Saifuddin tengah mengumpulkan barang bekas di Amerika Serikat.

Editor: Faisal Zamzami
Istimewa
Saifuddin Ibrahim, tersangka kasus penistaan agama saat menjadi pemulung di AS. Kini, ia merupakan buronan dan Polri telah meminta bantuan dari aparat penegak hukum di AS. 

Hal tersebut berdasarkan pernyataannya dalam sebuah video di kanal YouTube pribadinya pada Maret 2022, yang meminta kepada Yaqut Cholil Qoumas agar 300 ayat Al-Qur'an dihapus.

Imbasnya, ia pun dilaporkan atas dugaan penistaan agama dan ujaran kebencian terkait SARA pada 18 Maret 2022 berdasarkan laporan nomor: LP/B/0133/III/2022/SPKT Bareskrim Polri.

Namun, meski sudah ditetapkan jadi tersangka, ia belum dapat ditangkap karena berada di luar negeri.

Selang 10 bulan, Polri pun kembali melakukan upaya pemulangan terhadap Saifuddin.

Hal ini dikonfirmasi oleh Kadiv Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo.

Dedi menjelaskanPolri telah bekerja sama dengan aparat penegak hukum Paman Sam agar membantu pemulangan Saifuddin.

"Sudah saya tanyakan (ke aparat penegak hukum AS) dan ini masih berproses (untuk memulangkan Saifuddin)."

"Sudah (koordinasi) masih menunggu dulu," kata Dedi, Rabu (4/1/2023).

Pendeta Saifuddin Ibrahim alias Abraham Ben Moses
Pendeta Saifuddin Ibrahim alias Abraham Ben Moses (Tangkap Layar Youtube Saifuddin Ibrahim via Kompas.tv)

Jadi Pemulung

Saifuddin Ibrahim, tersangka kasus penistaan agama saat menjadi pemulung di AS. Kini, ia merupakan buronan dan Polri telah meminta bantuan dari aparat penegak hukum di AS.

Setelah ditetapkan menjadi tersangka dan buronan polisi, Saifuddin sempat mengunggah kegiatannya di AS saat menjadi pemulung.

Dalam video yang diunggah di kanal YouTube pribadinya dengan judul 'Jadi Pemulung di Amerika, Kumpulkan Botol', tampak Saifuddin tengah memilah-milah barang bekas yang diambilnya dari sebuah plastik besar dalam sebuah mobil pick-up berwarna merah.

"Saudara-saudara, walaupun di negeri orang atau bagaimana pun kita tetap maju meskipun jadi pemulung. Saya adalah pemulung jiwa-jiwa di manapun saya berada," katanya dalam video tersebut.

"Mereka yang sudah hancur, Yesus datang untuk orang berdosa bukan orang benar. Yesus datang untuk menyembuhkan orang sakit," imbuhnya.

Baca juga: 1.497 Personel Polda Aceh Naik Pangkat

Baca juga: Sri Mulyani: Pajak Bagi Orang Kaya Naik, Tak Ada Pajak Baru untuk Gaji Rp 5 Juta per Bulan

Baca juga: Malika Akui Sering Ditendang hingga Tidur di Gerobak dan Dipaksa Ngemis saat Diculik

Tribunnews.com: Rekam Jejak Saifuddin Ibrahim: dari Pendeta, Tersangka Penistaan Agama, hingga Jadi Pemulung di AS

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved